JayaPurnama.com – Jakarta, Direktur sekaligus Chief Operating Officer VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), Valentinus Bimo Kurniatmoko, membeli 15 juta saham perseroan pada 30 September 2026. Transaksi tersebut menjadi aksi pembelian saham perdana Bimo di perusahaan.
Bimo membeli saham VKTR dengan harga Rp720 per lembar. Dengan jumlah tersebut, nilai transaksi mencapai Rp10,8 miliar. Setelah transaksi, kepemilikan saham Bimo di VKTR mencapai 0,3 persen dari sebelumnya nihil.
Aksi pembelian itu menarik perhatian karena berlangsung ketika harga saham VKTR masih bergerak di bawah level awal tahun. Sementara itu, saham perusahaan yang berada di bawah Grup Bakrie tersebut mengalami koreksi pada perdagangan terakhir.
Direktur VKTR Beli 15 Juta Saham
Valentinus Bimo Kurniatmoko mencatatkan pembelian sebanyak 15 juta saham VKTR. Ia melakukan transaksi tersebut pada 30 September 2026 dengan harga pelaksanaan Rp720 per lembar.
Berdasarkan jumlah saham dan harga transaksi, Bimo mengeluarkan dana sekitar Rp10,8 miliar. Setelah pembelian, ia kini memiliki 0,3 persen saham VKTR.
Sebelum transaksi tersebut, Bimo belum memiliki saham VKTR. Karena itu, pembelian ini menjadi kepemilikan langsung pertamanya pada emiten teknologi mobilitas tersebut.
Saham VKTR Terkoreksi 1,2 Persen
Sementara itu, pergerakan saham VKTR pada perdagangan terakhir menunjukkan tekanan. Saham VKTR turun 1,2 persen atau 10 poin menjadi Rp825 per lembar.
Harga tersebut masih berada di atas harga pembelian Bimo sebesar Rp720 per saham. Dengan demikian, terdapat selisih Rp105 per lembar antara harga transaksi direktur dan harga perdagangan terakhir yang tercatat dalam bahan informasi.
Namun, pergerakan harian tidak menggambarkan kinerja saham dalam periode yang lebih panjang. Investor perlu melihat perubahan harga dari awal tahun hingga satu tahun terakhir untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.
Kinerja Saham VKTR Sejak Awal Tahun
Sejak awal 2026, saham VKTR mengalami penurunan 16,67 persen. Pada 2 Januari 2026, saham tersebut berada di level Rp990 per lembar.
Dari level tersebut, harga saham VKTR telah berkurang 165 poin. Pergerakan itu menunjukkan tekanan yang cukup besar sepanjang periode berjalan, meskipun harga saham sempat berada jauh di atas level awal tahun.
Di sisi lain, kinerja VKTR dalam periode satu tahun memperlihatkan arah yang berbeda. Saham tersebut tercatat melonjak 227,38 persen atau naik 573 poin dibandingkan posisi 9 Oktober 2025 di level Rp252 per lembar.
Kepemilikan Bimo Kini Mencapai 0,3 Persen
Setelah pembelian tersebut, Bimo mengantongi 0,3 persen saham VKTR. Sebelumnya, ia tidak memiliki saham perusahaan sehingga transaksi ini langsung mengubah posisi kepemilikannya.
Selanjutnya, pasar akan mencermati perkembangan kepemilikan saham manajemen serta pergerakan harga VKTR. Aksi pembelian oleh jajaran direksi dapat menjadi informasi yang diperhatikan investor, terutama ketika harga saham mengalami perubahan signifikan.
Meski begitu, pembelian saham oleh seorang direktur tidak otomatis menentukan arah harga saham berikutnya. Investor tetap perlu mempertimbangkan kondisi perusahaan, kinerja keuangan, prospek bisnis, serta sentimen pasar sebelum mengambil keputusan investasi.
Dengan transaksi senilai Rp10,8 miliar tersebut, Bimo kini tercatat sebagai pemegang saham VKTR. Sementara itu, saham VKTR tetap menjadi perhatian setelah mencatat penurunan sejak awal tahun, tetapi masih menunjukkan kenaikan sangat tinggi jika dibandingkan dengan posisi satu tahun sebelumnya.








