Bunyi Berdecit pada Mobil, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Jaya Purnama

Bunyi Berdecit pada Mobil, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi: bunyi berdecit pada mobil

Jayapurnama.comJakarta, bunyi berdecit pada mobil saat pagi hari umumnya berasal dari sabuk atau belt mesin. Gangguan ini sering muncul pada mobil berusia lebih dari lima tahun.

Suara tersebut memang mengganggu, terutama ketika mobil baru dinyalakan. Namun, pemilik kendaraan dapat melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui komponen yang kemungkinan menjadi sumber masalah sebelum membawa mobil ke bengkel.

Seperti dilansir dari situs resmi daihatsu.co.id, sabuk mesin berfungsi memutar sejumlah komponen. Di antaranya water pump, pompa oli, alternator, kompresor AC, power steering, idler pulley, dan kipas pendingin radiator.

Sumber Bunyi Berdecit pada Mobil dari Ruang Mesin

Sabuk bekerja sejak mesin dinyalakan hingga dimatikan. Karena posisinya cukup terbuka, komponen ini mudah terkena cipratan air, lumpur, tanah, dan kerikil. Kotoran tersebut dapat menurunkan kinerja sabuk dan pulley.

Gejala ini sering disebut belt dressing. Kondisi tersebut terjadi ketika pulley menjadi kering atau terkikis akibat kotoran yang menempel pada sabuk. Akibatnya, putaran pulley tidak lagi berlangsung secara optimal dan menimbulkan suara berdecit.

Pada mobil lama yang masih menggunakan sistem mekanis, bunyi juga dapat muncul karena tegangan sabuk berkurang. Mobil keluaran lebih baru umumnya memiliki tensioner dan pre-tensioner yang membantu menjaga ketegangan sabuk.

Suara biasanya terdengar ketika AC dinyalakan. Beban pulley bertambah sehingga sabuk yang kotor, aus, atau kurang tegang lebih mudah mengeluarkan bunyi. Kondisi serupa dapat terjadi saat lampu utama dinyalakan karena alternator bekerja menghasilkan arus listrik lebih besar.

Kualitas sabuk pengganti juga berpengaruh. Produk yang tidak sesuai dapat memiliki bentuk, bahan, dan ketahanan yang lebih rendah. Karena itu, pemilik mobil perlu memperhatikan kualitas komponen saat melakukan penggantian.

Cara Memeriksa dan Meredam Suara Sementara

Pemilik kendaraan dapat membuka kap mesin dan mendengarkan bagian yang mengeluarkan suara. Pemeriksaan ini membantu memberikan gambaran awal sebelum mobil diperiksa montir. Namun, perbaikan tetap sebaiknya dilakukan di bengkel.

Untuk mengurangi suara sementara, sabuk dapat dibersihkan menggunakan campuran air dan sabun. Cara ini cukup cepat, tetapi efeknya tidak bertahan lama. Pembersihan juga perlu dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu komponen lain.

Grease atau gemuk pelumas juga dapat digunakan pada sabuk maupun pulley yang menimbulkan decitan. Penggunaannya tidak boleh berlebihan karena dapat membuat sabuk atau pulley selip dan justru menimbulkan suara yang lebih keras.

Jika tidak memiliki grease, lilin yang sudah digerus halus dapat menjadi alternatif sementara. Selain itu, cairan pembersih khusus sabuk yang tersedia di toko aksesori otomotif dapat disemprotkan pada bagian yang menimbulkan suara. Penggunaan cairan tetap harus secukupnya.

Bunyi dari Rem dan Roda

Bunyi berdecit tidak selalu berasal dari ruang mesin. Pada bagian roda, kampas rem yang kotor juga dapat menimbulkan suara. Rem cakram depan memiliki desain terbuka sehingga debu dan kerak lebih mudah menempel pada kampas serta piringan rem.

Kotoran pada kampas dapat bergesekan dengan piringan rem ketika rem diinjak. Dalam kondisi tertentu, suara juga dapat muncul meskipun pedal rem tidak ditekan.

Selain rem, sudut roda seperti caster, camber, dan toe-in atau toe-out dapat memengaruhi munculnya bunyi ketika mobil berbelok. Sudut yang berubah akibat penggunaan dapat membuat ban bergesekan dengan aspal secara tidak semestinya.

Perawatan berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kondisi kendaraan. Pemeriksaan sabuk, rem, roda, serta komponen lain membantu pemilik mengetahui kerusakan lebih awal dan mencegah suara berdecit terus berulang.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Pengalaman Daftar Yup PayLater: Limit Hingga Rp100 Juta dan Cicilan 0% di September 2026

Pengalaman Daftar Yup PayLater: Limit Hingga Rp100 Juta dan Cicilan 0% di September 2026

Kunjungi Artikel