Sabtu, 24 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Kerusuhan Perancis Mulai Mengancam Sektor Pariwisata

Oleh Jaya Purnama · 24/10/2026 · 11:31 am
Kerusuhan Perancis Mulai Mengancam Sektor Pariwisata
Dukung
Daftar Isi 4 bagian

JayaPurnama.com – Paris, Perancis, kerusuhan di sejumlah kota besar Perancis mulai menimbulkan kekhawatiran bagi industri pariwisata. Rekaman bentrokan, kebakaran gedung publik, dan penjarahan toko yang beredar di media internasional memicu pertanyaan mengenai keamanan perjalanan ke negara tersebut.

Dampak situasi ini mulai terlihat pada pemesanan hotel di Paris. Data perusahaan konsultan MKG Consulting menunjukkan bahwa keunggulan tingkat pemesanan hotel dibandingkan periode yang sama pada 2025 mengalami penurunan selama 19–20 Oktober 2026.

Selain itu, pelaku industri pariwisata memperingatkan bahwa kerusuhan yang berlangsung berulang kali dapat memicu pembatalan perjalanan dan mengurangi kedatangan wisatawan asing. Kondisi ini menjadi perhatian karena Perancis menerima sekitar 100 juta kunjungan wisatawan setiap tahun dengan total pengeluaran lebih dari 70 miliar euro.

Pemesanan Hotel di Paris Mulai Melambat

Dilansir EuroNews pada Jumat (23/10/2026), Christelle Cassagne, pimpinan ADN Tourisme yang menaungi lembaga-lembaga pariwisata Perancis, menilai peningkatan kekerasan di pusat kota Nice, Paris, dan Lyon membawa dampak buruk bagi sektor pariwisata.

“Lonjakan kekerasan di pusat kota, di Nice, Paris, dan Lyon, merupakan bencana,” ujar Cassagne, seperti dikutip EuroNews.

Menurut Cassagne, wisatawan yang memesan hotel selama sepekan tentu ingin menikmati perjalanan mereka. Namun, kerusuhan dapat mengganggu agenda liburan dan membuat pengunjung merasa tidak nyaman selama berada di destinasi wisata.

Gangguan kegiatan wisata juga terjadi di Paris ketika Museum Louvre menutup operasionalnya pada Senin (19/10/2026). Penutupan tersebut menyusul perkumpulan mahasiswa di pintu masuk museum. Akibatnya, pengunjung yang datang untuk menikmati koleksi seni Louvre menghadapi gangguan terhadap rencana perjalanan mereka.

Sementara itu, data MKG Consulting memperlihatkan perubahan pada tren pemesanan hotel. Untuk masa inap 20–29 Oktober 2026, keunggulan tingkat pemesanan Paris dibandingkan periode yang sama pada 2025 menyusut dari 1 poin persentase menjadi 0,2 poin persentase.

Untuk periode 20–25 Oktober, selisih tersebut juga turun dari 3,5 poin persentase menjadi 1,9 poin persentase. Angka ini menunjukkan pelemahan keunggulan pemesanan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun tidak serta-merta membuktikan penurunan tingkat hunian secara keseluruhan.

Didier Arino, pimpinan perusahaan konsultasi Protourisme, memperkirakan satu hari kerusuhan di Paris dapat memicu pembatalan sekitar 1 persen dari pemesanan untuk bulan tersebut. Namun, ia menilai besarnya dampak lanjutan sangat bergantung pada apakah kerusuhan kembali terjadi.

Peringatan Perjalanan Menambah Kekhawatiran Wisatawan

Sejak akhir pekan, media internasional menyoroti rekaman bentrokan dengan polisi, kebakaran gedung publik, penjarahan toko, serta kelompok pemuda bertopeng. Pemberitaan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai keamanan berwisata ke Paris, sebagaimana dilaporkan The Korea Times pada Jumat (23/10/2026).

Kekhawatiran itu juga muncul di kalangan wisatawan yang sudah berada di ibu kota Perancis. Seorang pengusaha asal India yang menginap di hotel mewah di Paris mengaku sempat mempertimbangkan kembali keputusannya untuk melanjutkan masa tinggal.

Selain Paris, Arino melihat pelemahan pemesanan hotel di kota-kota besar lainnya, termasuk Lyon dan Marseille. Ia memperingatkan bahwa insiden yang terus berulang dapat memperbesar tekanan terhadap bisnis pariwisata di berbagai wilayah Perancis.

Pada saat yang sama, Amerika Serikat, China, Jerman, dan sejumlah negara lain mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warga negara mereka yang berencana mengunjungi Perancis. Peringatan semacam ini dapat memengaruhi keputusan wisatawan, terutama mereka yang masih mempertimbangkan destinasi untuk perjalanan mendatang.

Arino menjelaskan bahwa wisatawan yang menempuh perjalanan jarak jauh cenderung lebih sensitif terhadap risiko keamanan. Karena itu, kekhawatiran yang berkembang berpotensi memengaruhi kedatangan wisatawan dari Amerika dan Asia.

Kelompok wisatawan tersebut juga penting bagi industri karena, menurut Arino, mereka umumnya mengeluarkan uang lebih banyak dibandingkan wisatawan Eropa. Jika sebagian dari mereka membatalkan perjalanan, hotel, restoran, agen perjalanan, dan pelaku usaha lainnya berpotensi kehilangan pendapatan.

Industri Pariwisata Perancis Menghadapi Risiko Ekonomi

Perancis merupakan salah satu destinasi wisata utama dunia. Negara tersebut menerima sekitar 100 juta kunjungan wisatawan setiap tahun, dengan total pengeluaran lebih dari 70 miliar euro atau sekitar Rp 1.415,68 triliun, berdasarkan angka dalam bahan pemberitaan.

Besarnya kontribusi pengeluaran wisatawan membuat stabilitas keamanan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan industri tersebut. Ketika wisatawan membatalkan pemesanan, dampaknya dapat menjalar dari hotel ke restoran, tempat wisata, transportasi, hingga usaha kecil yang bergantung pada belanja pengunjung.

Meski begitu, besarnya kerugian tidak hanya bergantung pada jumlah pembatalan. Durasi kerusuhan, lokasi kejadian, kondisi keamanan di kawasan wisata, serta kepercayaan calon pengunjung juga akan menentukan keputusan perjalanan berikutnya.

Laurent Abitbol, pimpinan dewan eksekutif jaringan agen perjalanan Selectour, menilai lamanya kerusuhan akan menentukan tingkat tekanan terhadap industri pariwisata Perancis.

“Jika ini berlangsung selama dua minggu, dampaknya tidak terlalu serius. Namun, jika terus berlanjut selama beberapa bulan, situasinya akan menjadi bencana,” ujar Abitbol, seperti dikutip The Korea Times pada Jumat (23/10/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya perkembangan situasi keamanan dalam beberapa pekan mendatang. Jika kondisi segera membaik, pelaku usaha masih memiliki peluang untuk mempertahankan kepercayaan wisatawan. Sebaliknya, kerusuhan berkepanjangan dapat memperbesar risiko pembatalan dan menekan pendapatan sektor pariwisata.

Apa yang Perlu Diperhatikan Wisatawan?

Bagi wisatawan yang berencana berkunjung ke Perancis, perkembangan keamanan perlu menjadi bagian dari persiapan perjalanan. Calon pengunjung sebaiknya memantau informasi resmi sebelum berangkat dan memeriksa kebijakan perubahan jadwal dari maskapai maupun penyedia akomodasi.

Selain itu, wisatawan perlu memeriksa pengumuman operasional tempat wisata sebelum mendatangi lokasi. Penutupan sementara atau pembatasan akses dapat mengubah rencana perjalanan, seperti yang terjadi di Museum Louvre pada 19 Oktober 2026.

Wisatawan juga sebaiknya menghindari lokasi bentrokan dan mengikuti arahan petugas setempat. Bagi warga negara Indonesia, pemantauan imbauan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris dapat membantu mereka mengambil keputusan berdasarkan informasi yang relevan.

Namun, situasi kerusuhan di sejumlah kota tidak otomatis berarti seluruh wilayah Perancis menghadapi tingkat risiko yang sama. Wisatawan perlu menilai kondisi berdasarkan lokasi tujuan, perkembangan terbaru, dan informasi resmi yang tersedia.

Pada akhirnya, masa depan pariwisata Perancis akan sangat bergantung pada perkembangan keamanan dan kemampuan situasi kembali stabil. Pelaku industri kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan kepercayaan pengunjung, sementara calon wisatawan perlu mempertimbangkan informasi terkini sebelum memastikan perjalanan mereka.

Tag: ·
Jaya Purnama

Suka Berbagi Informasi Terbaru :)

Kode Referral Krom Bank JAYA9324: Bonus hingga Rp150.000, Ini Syaratnya

Kode Referral Krom Bank JAYA9324: Bonus hingga Rp150.000, Ini Syaratnya

Kunjungi Artikel