jayapurnama.com – Jakarta, Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) dan Persatuan Penyiar Radio Seluruh Indonesia (PERSIARI) menggelar Talent Mapping School pada 2–4 Oktober 2026. Program yang berlangsung serentak di 18 kota dan kabupaten ini bertujuan memetakan potensi serta bakat siswa Sekolah Rakyat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan PERSIARI terhadap Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui pengenalan keterampilan komunikasi, program ini juga diarahkan untuk membekali siswa menghadapi dunia kerja.
Sebanyak 54 tim PERSIARI terlibat dalam kegiatan. Mereka mengenalkan dan mempraktikkan keterampilan penyiaran, jurnalistik, serta public speaking bersama para siswa. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pembelajaran yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.
Talent Mapping School digelar di 18 wilayah
Pelaksanaan program mencakup Jakarta Selatan, Kota Surabaya, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Banyuwangi, Jember, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Kediri, Madiun, Sampang, Malang, Lamongan, Probolinggo, Bangkalan, Sumenep, Ponorogo, serta Pamekasan.
PERSIARI memperkenalkan keterampilan menjadi penyiar, jurnalis, dan pembicara publik sebagai bekal yang dapat dikembangkan siswa. Dengan demikian, pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada penyelesaian pendidikan formal, tetapi juga pengenalan keterampilan yang berhubungan dengan komunikasi dan media.
Siswa berlatih berbicara dan melakukan wawancara
Salah satu kegiatan berlangsung di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 DKI Jakarta dengan melibatkan 240 siswa kelas 10 dan 11 SMA. Pada hari kedua, siswa memperoleh pengenalan public speaking, lalu berlatih berbicara di depan kelas dengan bercerita tentang hobi masing-masing.
Mereka juga berpasangan untuk melakukan simulasi wawancara. Seorang siswa berperan sebagai narasumber, sementara pasangannya menjadi pewawancara. Para peserta kemudian mendapat tantangan tampil di hadapan ratusan teman. Praktik tersebut memberi kesempatan kepada tim untuk mengamati kemampuan berbicara, keberanian, dan cara siswa membangun komunikasi.
Antusiasme peserta menjadi salah satu temuan dalam pemetaan. Sebagian besar siswa menunjukkan kemampuan berbicara yang cukup baik saat berlatih. Potensi itu dinilai masih dapat diasah melalui latihan berkelanjutan.
Di sekolah tersebut, kreativitas juga dikembangkan melalui ekstrakurikuler Creator Club, wadah bagi siswa untuk mengenal dunia content creator. Keterampilan berbicara di depan umum dinilai penting dalam proses membuat konten, menyampaikan gagasan, dan berinteraksi dengan audiens.
Simulasi siaran dan rencana pendampingan lanjutan
Pada hari ketiga, siswa mencoba menjadi penyiar radio melalui simulasi siaran dialog. Siswa lain berperan sebagai narasumber. Kegiatan ini memperkenalkan penerapan keterampilan komunikasi dalam penyiaran dan produksi konten media.
Ketua DPW PERSIARI Jawa Timur, Adi Widodo, menjadi bagian dari tim yang bertugas di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 DKI Jakarta. Ia menyebut keterlibatan PERSIARI sebagai amanah dari Kemensos RI. “Kami mendapat amanah luar biasa dari Kementerian Sosial RI untuk bisa langsung bertatap muka dengan para siswa, melihat kegiatan mereka di sekolah dan asrama, sekaligus mengetahui keinginan mereka untuk berkembang dan belajar,” ujarnya.
Adi mengatakan interaksi dengan siswa dan wali asrama menguatkan motivasi PERSIARI untuk mendampingi pengembangan keterampilan komunikasi. Ia berharap kolaborasi tersebut berlanjut, sehingga kemampuan public speaking, jurnalistik, dan penyiaran dapat terus diasah sekaligus membantu meningkatkan keberanian siswa berbicara di depan umum.
Program ini diharapkan menjadi pijakan untuk memfokuskan pembelajaran public speaking sesuai potensi siswa, bukan berhenti pada pemetaan awal. PERSIARI juga berencana melanjutkan kegiatan ke provinsi lain. Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan untuk membuka kesempatan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda.








