Jayapurnama.com – Jakarta, Zhejiang Geely Holding Group Co., Ltd. (ZGH) dan NIO Holding Co., Ltd. (NIO) memperkuat kemitraan dalam pengisian daya dan battery swapping kendaraan listrik. Kedua perusahaan menggelontorkan dana investasi mencapai Rp1,7 triliun atau 640 juta yuan.
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi untuk kendaraan penumpang. Selain itu, kedua perusahaan akan menghubungkan jaringan infrastruktur pengisian daya untuk memperluas cakupan layanan bagi pengguna kendaraan listrik.
Kemitraan ini juga mencakup investasi NIO di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. atau Haohan Energy, anak perusahaan ZGH. Setelah transaksi rampung, NIO akan memiliki 10 persen saham di Haohan Energy.
Geely dan NIO Perkuat Battery Swapping
CEO Zhejiang Geely Holding Group, Andy An Conghui, mengatakan industri kendaraan listrik membutuhkan rantai pasok yang lebih andal. Menurutnya, industri juga perlu meningkatkan kualitas dan efisiensi sekaligus mendorong pengembangan yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Andy menilai jaringan pengisian daya memiliki peran penting karena infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Karena itu, perusahaan perlu membangun jaringan secara bersama, membuka akses penggunaan, dan menghubungkan sistem yang berbeda.
Menurut Andy, keterhubungan antarsistem dapat menciptakan nilai yang lebih besar bagi pengguna. Dengan demikian, pengembangan infrastruktur energi kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada satu merek, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan mobilitas yang lebih luas.
NIO Power Optimalkan Jaringan Battery Swapping
Ke depan, NIO Power akan mengoptimalkan jaringan battery swapping untuk mendukung kebutuhan armada komersial. Perusahaan juga akan mengembangkan bisnis mobilitas komersial Yiyi Power melalui penguatan jaringan tersebut.
Sementara itu, Geely Holding Group akan mengembangkan model kendaraan penumpang yang mendukung sistem battery swapping. NIO Power kemudian akan menyediakan layanan tersebut bagi model kendaraan yang kompatibel.
Kedua perusahaan juga akan mengembangkan standar dan teknologi battery swapping yang terintegrasi. Langkah ini diharapkan dapat memperluas pilihan solusi energi bagi pengguna kendaraan listrik sekaligus mendukung pengalaman mobilitas yang lebih efisien.
Selain itu, integrasi teknologi dan jaringan dapat mendukung kebutuhan kendaraan penumpang maupun armada komersial. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan memperluas ekosistem energi kendaraan listrik.
NIO Investasi 10 Persen Saham Haohan Energy
Di bidang smart charging, NIO juga akan berinvestasi di Zhejiang Haohan Energy Technology Co., Ltd. atau Haohan Energy. Perusahaan tersebut merupakan anak perusahaan Zhejiang Geely Holding Group.
Setelah transaksi selesai, NIO akan memiliki 10 persen saham Haohan Energy. Investasi tersebut menjadi bagian dari kemitraan yang lebih luas antara Geely dan NIO dalam pengembangan infrastruktur energi kendaraan listrik.
Melalui kemitraan ini, kedua perusahaan akan menghubungkan infrastruktur pengisian daya yang mereka miliki. Selain memperluas cakupan jaringan, integrasi tersebut juga bertujuan meningkatkan efisiensi operasional.
Dengan keterhubungan jaringan, pengguna berpotensi mendapatkan akses terhadap cakupan layanan energi yang lebih luas. Namun, implementasi layanan tetap bergantung pada pengembangan infrastruktur dan kompatibilitas kendaraan.
William Li Soroti Efisiensi Industri Kendaraan Listrik
Founder, Chairman, dan CEO NIO, William Li, mengatakan industri kendaraan listrik pintar di Tiongkok berkembang pesat selama satu dekade terakhir. Perkembangan tersebut berlangsung seiring kemajuan teknologi dan inovasi yang berkelanjutan.
Namun, William menilai industri perlu terus meningkatkan efisiensi dalam mengubah inovasi menjadi nilai tambah bagi pengguna. Karena itu, kerja sama dengan Geely menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi di berbagai bidang.
Kolaborasi tersebut mencakup teknologi, standar, operasional, aset, dan investasi. Dengan pendekatan itu, kedua perusahaan menggabungkan kemampuan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun.
Menurut William, industri tidak hanya perlu terus berinovasi. Industri juga perlu semakin efisien dalam mengubah inovasi menjadi manfaat bagi pengguna kendaraan listrik.
Perluasan Infrastruktur Energi Kendaraan Listrik
Kerja sama Geely dan NIO menunjukkan fokus kedua perusahaan terhadap pengembangan ekosistem energi kendaraan listrik. Battery swapping dan smart charging menjadi dua bagian penting dalam strategi tersebut.
Battery swapping memungkinkan pengguna mengganti baterai kendaraan dengan unit yang tersedia di stasiun penukaran. Sementara itu, jaringan pengisian daya tetap menjadi infrastruktur penting untuk berbagai kebutuhan kendaraan listrik.
Dengan menghubungkan jaringan dan mengembangkan teknologi secara terintegrasi, kedua perusahaan dapat memperluas akses terhadap layanan energi kendaraan listrik. Selain itu, kerja sama tersebut dapat mendukung kebutuhan kendaraan penumpang maupun armada komersial.
Pada akhirnya, kemitraan ini menggabungkan investasi, teknologi, standar, dan infrastruktur dalam satu arah pengembangan. Geely dan NIO juga berupaya memperluas pilihan layanan energi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional dalam ekosistem kendaraan listrik.








