Googlebook Resmi Diperkenalkan, Laptop Premium Baru dengan Integrasi Gemini

Jaya Purnama

Googlebook Resmi Diperkenalkan, Laptop Premium Baru dengan Integrasi Gemini
Googlebook Resmi Diperkenalkan, Laptop Premium Baru dengan Integrasi Gemini

Jayapurnama.com – Jakarta, Googlebook resmi diperkenalkan sebagai kategori laptop premium baru yang membawa pengalaman Android ke perangkat komputer. Laptop ini memadukan fondasi Android dengan teknologi ChromeOS.

Googlebook juga menghadirkan integrasi Gemini yang lebih dalam melalui sejumlah fitur khusus. Selain itu, Google tetap mempertahankan Chromebook sebagai lini perangkat terpisah dengan ChromeOS.

Pre-order Googlebook telah dibuka sejak 21 September 2026 dengan harga mulai 899 dolar AS atau sekitar Rp16 jutaan. Penjualan perdana berlangsung pada 4 Oktober di Amerika Serikat, kemudian menyusul sejumlah negara lain pada 5 Oktober.

Googlebook memakai Googlebook OS

Perbedaan paling mendasar terletak pada sistem operasi. Googlebook menjalankan Googlebook OS yang menggabungkan fondasi Android dan teknologi ChromeOS.

Sementara itu, Chromebook tetap menggunakan ChromeOS sebagai sistem operasi utamanya. Googlebook karena itu hadir sebagai kategori laptop baru, bukan sekadar Chromebook dengan nama berbeda.

Chromebook selama ini mendukung aplikasi web, aplikasi Android, dan Linux. Googlebook mempertahankan sejumlah kemampuan tersebut dengan membawa integrasi Android yang lebih dalam ke mode desktop.

Google juga tetap mendukung Chromebook. Dengan demikian, kehadiran Googlebook tidak menggantikan lini laptop berbasis ChromeOS tersebut.

Googlebook membawa Magic Pointer dan Gemini

Googlebook membawa Magic Pointer yang menghubungkan kursor dengan Gemini. Pengguna dapat menggoyangkan kursor untuk memanggil Gemini dan meminta bantuan berdasarkan informasi yang tampil di layar.

Beberapa perangkat Chromebook keluaran terbaru juga sudah mendukung berbagai fitur Gemini. Namun, Magic Pointer menawarkan cara interaksi yang berbeda karena pengguna dapat memanggil Gemini melalui gerakan kursor.

Selain itu, Googlebook menempatkan kemampuan AI lebih dekat dengan sistem operasi. Pengguna dapat memanfaatkan Gemini saat beraktivitas tanpa harus selalu membuka layanan AI secara terpisah.

Integrasi tersebut menjadi salah satu pembeda utama antara Googlebook dan pengalaman Chromebook yang selama ini dikenal pengguna.

Glowbar menjadi identitas baru Googlebook

Googlebook juga memiliki Glowbar berupa lampu LED pada bagian luar bodi laptop. Fitur ini dapat memberikan informasi mengenai kondisi perangkat dan aktivitas tertentu.

Glowbar dapat menunjukkan status baterai, proses pengisian daya, aktivitas mikrofon, serta aktivitas Gemini. Google juga membuka dukungan Glowbar bagi pengembang untuk menghadirkan fungsi tambahan.

Selain itu, salah satu fungsi yang telah diperkenalkan memungkinkan animasi lampu mengikuti musik. Fitur tersebut membuat indikator perangkat tidak hanya berfungsi sebagai penanda status.

Chromebook tidak memiliki Glowbar sebagai fitur standar pada lini Googlebook karena Google memperkenalkannya bersama kategori laptop baru tersebut.

Create My Widget memanfaatkan perintah bahasa sehari-hari

Googlebook memiliki Create My Widget yang memungkinkan pengguna membuat widget melalui perintah dalam bahasa sehari-hari. Pengguna cukup menjelaskan fungsi yang mereka inginkan tanpa harus menulis kode sendiri.

Fitur tersebut memanfaatkan kemampuan AI untuk membuat elemen kecil sesuai kebutuhan pengguna. Dengan demikian, proses pembuatan widget dapat berlangsung lebih sederhana.

Di sisi lain, Chromebook mendukung berbagai aplikasi dan ekstensi untuk menghadirkan fungsi tambahan. Namun, Create My Widget menawarkan pendekatan berbeda karena pengguna dapat menjelaskan kebutuhannya menggunakan bahasa natural.

Googlebook juga membawa Quick Insert. Fitur ini menyediakan akses ke emoji, terjemahan, hasil salin-tempel, serta pengetikan suara dari satu tempat.

Googlebook membawa Google AI Pro selama 12 bulan

Setiap pembelian Googlebook menyertakan langganan Google AI Pro selama 12 bulan. Paket tersebut memberikan akses ke berbagai fitur Gemini yang menjadi bagian penting dari pengalaman laptop baru ini.

Selain akses AI, pembeli juga memperoleh penyimpanan cloud sebesar 5TB. Bundel tersebut memperkuat integrasi layanan Google dalam pengalaman Googlebook.

Chromebook tidak memiliki bundel Google AI Pro sebagai bagian standar dari seluruh lini perangkatnya. Sementara itu, Googlebook menyasar pengalaman laptop premium dengan kemampuan AI sebagai salah satu fitur utamanya.

Google menetapkan harga awal Googlebook sebesar 899 dolar AS. Pre-order dimulai pada 21 September 2026, sedangkan penjualan perdana dijadwalkan berlangsung pada 4 Oktober di Amerika Serikat.

Googlebook dan Chromebook tetap memiliki posisi berbeda

Googlebook membawa sejumlah fondasi Chromebook ke arah yang berbeda. Perbedaan tersebut terlihat pada sistem operasi, integrasi Gemini, Magic Pointer, Glowbar, serta kemampuan membuat widget melalui perintah bahasa natural.

Selain itu, Googlebook hadir dengan Google AI Pro selama 12 bulan dan penyimpanan cloud 5TB. Chromebook tetap berjalan sebagai lini perangkat terpisah dengan ChromeOS.

Dengan pendekatan tersebut, Google menempatkan Googlebook sebagai laptop premium. Sementara itu, Chromebook tetap menjadi lini yang memiliki karakter dan ekosistem tersendiri.

Pada akhirnya, kehadiran Googlebook memperluas pilihan laptop dalam ekosistem Google. Pengguna kini dapat melihat perbedaan yang lebih jelas antara perangkat premium berbasis Googlebook OS dan Chromebook berbasis ChromeOS.

Googlebook juga menunjukkan bagaimana Google mengintegrasikan Gemini lebih jauh ke dalam pengalaman komputer. Magic Pointer, Glowbar, dan Create My Widget menjadi bagian penting dari pendekatan tersebut.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Shopee PayLater Oktober 2026, Dapet 40.000 Koin Gratis Saat Acc

Kode Referral Shopee PayLater Oktober 2026, Dapet 40.000 Koin Gratis Saat Acc

Kunjungi Artikel