Jumat, 30 Oktober 2026Berbagi Informasi, Membuka Wawasan
JayaPurnama.com
Berbagi Informasi, Membuka Wawasan

Stasiun Manggarai Jadi Sentral Kereta Jarak Jauh 2027

Oleh Jaya Purnama · 30/10/2026 · 1:01 am
Dukung
Daftar Isi 10 bagian

JayaPurnama.com – Jakarta Selatan, Stasiun Manggarai direncanakan menjadi stasiun sentral yang melayani perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) pada masa mendatang. Pemerintah menargetkan pengembangan fasilitas untuk layanan tersebut rampung pada akhir 2027.

Rencana ini menjadi bagian dari proyek Double-Double Track (DDT) yang mendukung peningkatan kapasitas perjalanan kereta api di wilayah Jakarta. Nantinya, penumpang kereta jarak jauh dapat naik dan turun di Stasiun Manggarai, yang selama ini menjadi salah satu pusat perpindahan penumpang kereta perkotaan.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Denny Michels Adlan, menjelaskan bahwa pengembangan Manggarai mencakup fasilitas naik-turun penumpang, pembangunan sejumlah jembatan, serta penambahan jalur. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam media briefing bersama Forwahub di Jakarta Pusat pada Senin (26/10), sebagaimana dikutip Detik.

Dengan pengembangan tersebut, Manggarai diproyeksikan menjalankan peran yang lebih luas dalam jaringan perkeretaapian Jabodetabek dan perjalanan antarkota. Namun, perubahan layanan ini masih mengikuti tahapan pembangunan dan rencana operasional yang berlaku.

Stasiun Manggarai Ditargetkan Layani Kereta Jarak Jauh pada 2027

Denny menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas untuk kereta jarak jauh berlangsung secara bertahap. Menurutnya, fase pertama telah selesai, sedangkan fase kedua akan berlanjut untuk memenuhi kebutuhan operasional stasiun sentral.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan penyelesaian tahap pengembangan tersebut pada akhir 2027. Pekerjaan ini mencakup fasilitas bagi penumpang yang hendak naik maupun turun dari kereta api jarak jauh.

Selain fasilitas penumpang, proyek tersebut juga mencakup pembangunan beberapa jembatan dan jalur kereta. Infrastruktur itu menjadi bagian penting dalam mendukung pergerakan kereta serta mobilitas penumpang di kawasan stasiun.

Dalam penjelasannya, Denny menegaskan bahwa pengembangan Manggarai turut mendukung proyek DDT. Ia menyebut layanan kereta jarak jauh nantinya dapat memanfaatkan stasiun tersebut untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.

Meski begitu, target akhir 2027 merujuk pada rencana penyelesaian fasilitas yang Denny sampaikan. Masyarakat tetap perlu menunggu informasi resmi mengenai jadwal penerapan layanan, rute, serta pola operasional kereta jarak jauh di Manggarai.

Proyek DDT Mendukung Pengembangan Stasiun Manggarai

Pengembangan Stasiun Manggarai berkaitan erat dengan proyek Double-Double Track atau DDT. Proyek ini bertujuan mendukung kapasitas perjalanan kereta api melalui pengembangan jalur antara Manggarai dan Cikarang.

Melalui proyek tersebut, pemerintah mengembangkan Manggarai sebagai stasiun sentral yang dapat melayani beberapa jenis perjalanan kereta. Layanan itu mencakup kereta api jarak jauh, kereta rel listrik (KRL), serta kereta bandara.

Dengan demikian, Manggarai berpotensi menjadi titik penting bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan menggunakan layanan kereta berbeda. Penumpang dapat memanfaatkan keterhubungan antarlayanan sesuai dengan rute dan jadwal yang tersedia nantinya.

Namun, pengembangan fasilitas fisik saja tidak otomatis menjamin kelancaran seluruh perjalanan. Pengelola juga perlu mengatur jadwal, pergerakan kereta, arus penumpang, serta perpindahan antarlayanan agar kegiatan operasional berjalan efektif.

Selain itu, integrasi berbagai layanan kereta membutuhkan pengaturan akses yang memadai. Karena itu, pembangunan jalur dan jembatan menjadi bagian penting dari pengembangan stasiun yang melayani perjalanan perkotaan sekaligus antarkota.

Rencana Stasiun Sentral Manggarai Sudah Ada Sejak 2019

Gagasan menjadikan Manggarai sebagai stasiun sentral bukan rencana baru. Pada 2019, Menteri Perhubungan saat itu, Budi Karya Sumadi, telah menyampaikan rencana perubahan pola layanan kereta jarak jauh dari luar kota.

Dalam rencana tersebut, kereta api jarak jauh nantinya tidak lagi masuk ke Stasiun Gambir. Sebagai gantinya, Manggarai akan mengambil peran dalam melayani perjalanan antarkota tersebut.

Selanjutnya, pada 2022, Kementerian Perhubungan kembali menegaskan rencana pengembangan Manggarai sebagai stasiun sentral. Saat itu, pemerintah menyebut stasiun tersebut akan melayani kereta jarak jauh, KRL, dan kereta bandara.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati, menjelaskan bahwa pengembangan itu mengikuti rencana proyek DDT Manggarai-Cikarang. Ia menyampaikan penjelasan tersebut kepada Detik pada Selasa (7/6/2022).

Rangkaian rencana sejak 2019 hingga penjelasan terbaru menunjukkan arah pengembangan Manggarai sebagai simpul transportasi kereta yang lebih terintegrasi. Meskipun demikian, realisasi setiap layanan tetap bergantung pada kesiapan infrastruktur dan keputusan operasional pemerintah.

Apa Dampaknya bagi Penumpang Kereta Jarak Jauh?

Jika rencana tersebut berjalan sesuai target, penumpang kereta jarak jauh akan memiliki titik naik dan turun baru di Jakarta. Perubahan ini juga dapat memengaruhi kebiasaan perjalanan masyarakat yang selama ini menggunakan Stasiun Gambir.

Bagi penumpang yang hendak menuju kawasan Jakarta Selatan atau wilayah yang terhubung dengan Manggarai, lokasi stasiun berpotensi memberikan pilihan perjalanan yang berbeda. Namun, kemudahan tersebut akan bergantung pada akses lanjutan, jadwal kereta, serta ketersediaan transportasi penghubung.

Sementara itu, penumpang dari kawasan lain perlu memperhatikan kemungkinan perubahan pola keberangkatan dan kedatangan. Mereka sebaiknya tidak langsung menganggap semua kereta jarak jauh akan berpindah ke Manggarai sebelum operator mengumumkan kebijakan resmi.

Selain perubahan lokasi layanan, integrasi kereta jarak jauh dengan KRL dan kereta bandara berpotensi memperluas pilihan perjalanan. Penumpang dapat merencanakan perjalanan lanjutan dengan lebih terarah apabila jadwal dan fasilitas antarlayanan mendukung perpindahan yang praktis.

Di sisi lain, peningkatan aktivitas di Manggarai juga menuntut pengelolaan arus penumpang yang baik. Pengelola perlu memastikan fasilitas peron, jembatan, akses masuk, dan jalur perpindahan mampu mendukung kebutuhan penumpang dari berbagai layanan.

Penumpang Perlu Menunggu Kepastian Perubahan Operasional

Hingga target pengembangan tercapai, masyarakat sebaiknya tetap mengacu pada informasi resmi dari Kementerian Perhubungan dan operator kereta api. Informasi tersebut penting untuk memastikan lokasi keberangkatan, kedatangan, serta jadwal perjalanan yang berlaku.

Selain itu, penumpang perlu membedakan antara target penyelesaian pembangunan dan tanggal mulai operasional layanan. Keduanya tidak selalu berlangsung pada waktu yang sama karena pengelola perlu menyiapkan fasilitas serta pengaturan perjalanan sebelum menerapkan perubahan layanan.

Dengan target akhir 2027, pengembangan Manggarai menjadi salah satu agenda penting dalam peningkatan jaringan perkeretaapian Jakarta. Keberhasilan rencana ini akan bergantung pada penyelesaian infrastruktur dan kesiapan pengoperasian layanan kereta jarak jauh.

Pada akhirnya, perubahan peran Manggarai berpotensi memperkuat integrasi transportasi kereta di ibu kota. Namun, masyarakat tetap perlu menunggu pengumuman resmi mengenai penerapan rencana tersebut, termasuk kepastian perubahan layanan dari Stasiun Gambir.

FAQ Seputar Rencana Stasiun Manggarai

Kapan Stasiun Manggarai ditargetkan melayani kereta jarak jauh?

Pengembangan fasilitasnya ditargetkan selesai pada akhir 2027. Jadwal mulai operasional layanan tetap menunggu informasi resmi dari pihak terkait.

Apakah Stasiun Manggarai akan menggantikan Stasiun Gambir?

Rencana yang telah disampaikan sejak 2019 menyebut kereta jarak jauh dari luar kota nantinya tidak lagi masuk ke Gambir. Namun, penerapan perubahan tersebut memerlukan kepastian operasional resmi.

Layanan apa saja yang direncanakan tersedia di Manggarai?

Rencana pengembangan menjadikan Manggarai sebagai stasiun sentral untuk melayani kereta jarak jauh, KRL, dan kereta bandara.

Apa saja fasilitas yang masih dikembangkan?

Pengembangan mencakup fasilitas naik-turun penumpang kereta jarak jauh, sejumlah jembatan, dan jalur kereta. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap proyek DDT.

Tag: ·

Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.