Jatuh Tempo ORI024T3 15 Oktober 2026, SBR015 Menawarkan Kupon Lebih Tinggi

Jaya Purnama

Jatuh Tempo Ori024t3 15 Oktober 2026 Sbr015 Menawarkan Kupon Lebih Tinggi
Ilustrasi: Jatuh Tempo Ori024t3 15 Oktober 2026 Sbr015 Menawarkan Kupon Lebih Tinggi

Jayapurnama.com – Jatuh tempo ORI024T3 pada 15 Oktober 2026 menjadi momen bagi investor untuk menentukan kembali penggunaan dananya. Salah satu pilihan yang tersedia ialah reinvestasi ke SBR015, yang masa penawarannya berlangsung hingga 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

Kupon minimal SBR015 mencapai 6,75% per tahun untuk tenor dua tahun dan 6,85% untuk tenor empat tahun. Keduanya lebih tinggi daripada kupon tetap ORI024T3 sebesar 6,1%. Namun, investor juga perlu mempertimbangkan tenor, akses pencairan, dan jeda sebelum kupon SBR015 mulai dihitung.

Perhitungan dana ORI024T3 saat jatuh tempo

ORI024T3 memiliki tanggal setelmen 8 November 2023 dan membayar kupon setiap tanggal 15. Setelah pajak penghasilan final 10%, imbal hasil bersihnya setara 5,49% per tahun. Pemerintah mengembalikan pokok investasi saat seri ini jatuh tempo.

Untuk investasi awal Rp100 juta, kupon bersihnya sekitar Rp457.500 per bulan. Investor menerima 35 kali pembayaran kupon hingga jatuh tempo, dengan total bersih sekitar Rp16.118.190. Jadi, pokok dan akumulasi kupon mencapai sekitar Rp116.118.190.

Simulasi reinvestasi menggunakan dana Rp116 juta, yakni pembulatan pokok dan kupon ke kelipatan Rp1 juta. Sisa Rp118.190 tidak masuk ke pembelian SBR015. Perhitungan berikut menggunakan tingkat kupon minimal, sehingga tidak memasukkan kemungkinan kenaikan kupon jika suku bunga acuan naik.

Perbandingan kupon SBR015T2 dan SBR015T4

SBR015 menawarkan dua pilihan tenor. SBR015T2 memiliki tenor dua tahun dan kupon minimal 6,75% per tahun, sedangkan SBR015T4 bertenor empat tahun dengan kupon minimal 6,85%. Setelah pajak 10%, tingkat bersih minimal masing-masing menjadi 6,075% dan 6,165%.

Dengan penempatan Rp116 juta, simulasi kupon bersih bulanan mencapai sekitar Rp587.250 untuk SBR015T2. Sementara itu, SBR015T4 menghasilkan sekitar Rp595.950 per bulan pada tingkat minimal. Perbedaan pembayaran bulanan tersebut juga dipengaruhi oleh kupon minimal yang sedikit lebih tinggi pada tenor empat tahun.

Dalam keseluruhan simulasi, kupon bersih SBR015T2 hingga jatuh tempo sekitar Rp13.753.030. Total dana pada saat jatuh tempo diperkirakan Rp129.753.030. Jika ditambahkan kupon ORI024T3 yang telah diterima, hasil bersih dari investasi awal Rp100 juta menjadi sekitar Rp29.871.220.

Untuk SBR015T4, total kupon bersih selama tenor diperkirakan Rp28.257.948. Dana pada saat jatuh tempo mencapai sekitar Rp144.257.948. Setelah memperhitungkan kupon ORI024T3, total hasil bersih dari investasi awal menjadi sekitar Rp44.376.138.

Perbandingan itu menggunakan periode investasi yang berbeda. SBR015T2 jatuh tempo pada 10 Oktober 2028, sedangkan SBR015T4 jatuh tempo pada 10 Oktober 2030. Karena itu, nominal hasil total yang lebih besar pada tenor panjang tidak otomatis berarti pilihan tersebut paling sesuai untuk semua investor.

Kupon mengambang mengikuti BI Rate

Berbeda dari kupon tetap ORI024T3, kupon SBR015 memakai skema mengambang dengan batas bawah atau floating with floor. Tingkat kupon disesuaikan setiap tiga bulan, mengikuti BI Rate ditambah spread tetap. Jika BI Rate naik, kupon SBR015 berpeluang meningkat.

Sebagai ilustrasi, jika BI Rate naik dari 5,75% menjadi 6%, kupon SBR015T2 menjadi 7% per tahun. Dengan dana Rp116 juta, kupon bersihnya sekitar Rp609.000 per bulan, lebih tinggi daripada Rp587.250 pada tingkat minimal. Sebaliknya, penurunan BI Rate tidak membuat kupon turun di bawah batas minimal 6,75% untuk SBR015T2 dan 6,85% untuk SBR015T4.

Kupon pertama SBR015 dijadwalkan pada 10 Desember 2026 dan menjadi long coupon. Pembayaran tersebut mencakup periode setelah setelmen 28 Oktober serta satu bulan penuh. Maka, tanggal pembayaran pertama dan nilai kuponnya berbeda dari pembayaran bulanan reguler berikutnya.

Hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memesan

SBR015 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Berbeda dengan ORI024T3, investor tidak bisa menjual kepemilikannya kapan saja melalui transaksi pasar. Pemerintah menyediakan fasilitas pencairan lebih awal atau early redemption, tetapi pencairannya maksimal 50% dan hanya mengikuti jadwal yang ditentukan.

Waktu pemesanan juga perlu diperhatikan. Dana ORI024T3 kembali pada 15 Oktober 2026, sedangkan penawaran SBR015 berakhir pada 22 Oktober pukul 10.00 WIB. Setelmen berlangsung pada 28 Oktober, sehingga terdapat jeda antara pencairan ORI dan dimulainya perhitungan kupon SBR015.

Investor sebaiknya mencocokkan tenor dengan rencana penggunaan dana. SBR015T2 dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan sekitar dua tahun, sementara SBR015T4 mengikat dana lebih lama. Selain itu, nominal pemesanan SBR015 menggunakan kelipatan Rp1 juta.

Langkah pemesanan setelah ORI024T3 cair

  1. Pastikan dana pelunasan ORI024T3 sudah masuk ke rekening terdaftar pada 15 Oktober 2026.
  2. Buka aplikasi Bareksa, lalu pilih menu SBN dan tentukan SBR015T2 atau SBR015T4 sesuai rencana tenor.
  3. Masukkan nilai pemesanan dalam kelipatan Rp1 juta. Setelah memperoleh kode billing, selesaikan pembayaran sesuai batas waktu yang tercantum.
  4. Lakukan pemesanan sebelum penawaran ditutup pada 22 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

Pada akhirnya, reinvestasi ORI024T3 ke SBR015 dapat meningkatkan kupon bulanan dalam simulasi, terutama karena dana pokok dan kupon sebelumnya sama-sama diputar. Meski begitu, angka tersebut bergantung pada kupon minimal dan asumsi penempatan yang digunakan. Investor perlu menimbang kebutuhan likuiditas serta lama dana dapat ditempatkan sebelum memilih tenor.

Penulis:

Jaya Purnama

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Makmur Oktober 2026: Dapatkan Bonus Hingga 1,2jt dengan Mudah

Kode Referral Makmur Oktober 2026: Dapatkan Bonus Hingga 1,2jt dengan Mudah

Kunjungi Artikel