Jayapurnama.com – Jakarta, PT Astra Honda Motor (AHM) tidak hanya menyiapkan produk sepeda motor listrik untuk pasar Indonesia. Honda juga membangun ekosistem motor listrik Honda melalui jaringan penjualan, layanan purnajual, fasilitas pengisian daya, hingga pengelolaan limbah baterai.
Langkah tersebut mengikuti perkembangan pasar kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Bagi Honda, konsumen perlu mendapatkan dukungan yang memadai agar penggunaan motor listrik tidak berhenti pada keputusan pembelian. Kemudahan pengisian daya, akses bengkel, serta layanan darurat menjadi bagian penting dalam penggunaan sehari-hari.
Marketing Director PT Astra Honda Motor Octavianus Dwi mengatakan, Honda menyediakan sejumlah pilihan bagi konsumen melalui produk sepeda motor listrik. Pilihan itu mencakup metode pengisian daya dan pengelolaan baterai.
“Astra Honda Motor pada saat ini menyediakan pilihan juga bagi konsumen di produk EV-nya, yang sepeda motor EV ini, dengan beragam pilihan, baik dari sistem charging-nya. Jadi, kami ada pilihan, konsumen bisa nge-cas di, apa, ataupun melakukan penukaran baterai, swap,” ujar Octavianus di Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2026).
Jaringan penjualan dan bengkel mendukung motor listrik
AHM membangun ekosistem tersebut dengan memanfaatkan jaringan yang sudah tersedia. Menurut Octavianus, jaringan penjualan motor listrik Honda telah menjangkau hampir seluruh Indonesia melalui jaringan existing perusahaan yang jumlahnya hampir 1.700.
Selain penjualan, Honda memperkuat dukungan setelah pembelian atau after-sales. Perusahaan menyiapkan lebih dari 3.000 jaringan bengkel, termasuk layanan emergency road assistance yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Layanan tersebut bertujuan memberikan rasa aman kepada konsumen ketika menghadapi kendala dalam penggunaan kendaraan. Honda menilai dukungan purnajual dan customer care dapat membantu membangun kepercayaan terhadap kendaraan listrik roda dua.
“Supaya pada saatnya, ketika konsumen membeli sepeda motor EV, dia punya peace of mind. Tidak ada lagi ketakutan mengenai aftersales ataupun support dari sisi layanan-layanan emergency ataupun lain sebagainya,” kata Octavianus.
Diler Honda siapkan pilihan pengisian daya
Honda juga menggandeng sejumlah mitra untuk mempercepat pertumbuhan kendaraan listrik. Salah satu langkahnya ialah memanfaatkan jaringan diler sebagai bagian dari fasilitas pengisian daya, termasuk penyediaan portable charger.
Konsumen dapat memilih beberapa metode sesuai kebutuhan. Motor listrik bisa melakukan direct charge dengan mengisi daya langsung pada kendaraan. Selain itu, pengguna dapat melepas baterai untuk menukarnya atau mengisi baterai menggunakan portable charger.
“Jadi, sistemnya di sepeda motor itu, ada yang direct charge, jadi nge-cas di motornya seperti biasa, bisa juga baterainya dicopot, ditukar. Bisa juga baterainya dicopot, kemudian ada seperti portable charger-nya,” ujar Octavianus.
Diler Honda juga dapat dimanfaatkan konsumen untuk mengisi daya sepeda motor listrik. Dengan memanfaatkan jaringan yang telah tersedia, Honda berupaya memperluas akses penggunaan motor listrik hingga ke berbagai wilayah, termasuk daerah di luar kota-kota besar.
Honda siapkan pengelolaan limbah baterai
Pembangunan ekosistem motor listrik Honda turut mencakup pengelolaan baterai setelah masa pakainya berakhir. AHM menyatakan memiliki tanggung jawab untuk menampung kembali dan mengelola baterai guna mencegah pencemaran lingkungan.
Octavianus menjelaskan, Honda menjalankan konsep recharge, reuse, dan recycle untuk baterai kendaraan listrik. Perusahaan juga bekerja sama dengan pihak yang memiliki kompetensi serta sertifikasi di bidang daur ulang.
“Kami mempunyai tanggung jawab untuk limbah. Jadi, konsep recharge, reuse, dan recycle baterai ini betul-betul kami lakukan,” kata Octavianus.
Melalui rangkaian dukungan tersebut, Honda tidak hanya menawarkan sepeda motor listrik sebagai produk. Perusahaan juga menyiapkan layanan yang mencakup pemakaian, perawatan, pengisian daya, bantuan darurat, serta pengelolaan baterai setelah tidak digunakan.








