CATL Wanti-wanti Kegagalan Baterai Mobil Listrik di Tengah Banjir EV

Jaya Purnama

CATL Wanti-wanti Kegagalan Baterai Mobil Listrik di Tengah Banjir EV
Ilustrasi: kegagalan baterai mobil listrik

jayapurnama.comJakarta, kegagalan baterai mobil listrik menjadi perhatian serius produsen baterai asal China, Contemporary Amperex Technology (CATL). Kekhawatiran ini muncul ketika industri kendaraan listrik menghadapi lonjakan produksi dan peluncuran model baru.

Kepala CATL Robin Zeng menyampaikan peringatan tersebut dalam ajang World Power Battery Conference 2026 di Yibin, Provinsi Sichuan, China. Pernyataan itu dikutip dari Car News China pada Jumat (4/9) waktu setempat.

Zeng menilai siklus pengembangan kendaraan yang semakin singkat dapat mempersempit waktu pengujian serta validasi baterai. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan temuan baterai yang bekerja tidak normal atau mengalami kegagalan.

Peluncuran EV Berlangsung Sangat Cepat

Kekhawatiran CATL berangkat dari jumlah model kendaraan listrik yang dirilis sepanjang 2026. Hingga tahun ini, sekitar 600 model mobil listrik telah diperkenalkan ke pasar.

Jumlah tersebut berarti rata-rata ada tiga mobil listrik yang diluncurkan setiap hari selama sembilan bulan terakhir. Sebagian besar pertumbuhan itu berasal dari produsen kendaraan listrik asal China yang terus memperluas portofolio produknya.

Menurut Zeng, kecepatan peluncuran produk dapat membuat proses pengujian baterai berjalan lebih pendek. Padahal, baterai merupakan komponen penting yang perlu melewati validasi menyeluruh sebelum kendaraan diproduksi secara massal.

Ia tidak menyebutkan produsen atau merek tertentu yang mengalami masalah. Namun, peringatan tersebut menunjukkan adanya kekhawatiran terhadap dampak banjir produksi kendaraan listrik, baik bagi keselamatan konsumen maupun kesehatan persaingan pasar.

Tekanan Harga Memperbesar Tantangan Industri

Lonjakan produksi kendaraan listrik juga berlangsung bersamaan dengan tekanan harga. Data industri dalam laporan terbaru menunjukkan penurunan harga transaksi untuk sejumlah kendaraan listrik massal China selama paruh pertama 2026.

Di sisi lain, harga sel lithium besi fosfat atau LFP yang menjadi salah satu bahan baku baterai mobil listrik terus menurun. Harganya dilaporkan telah berada di bawah 0,35 yuan per watt-hour atau sekitar Rp919 per Wh.

Penurunan harga dapat mendorong persaingan yang lebih ketat di antara produsen. Namun, kondisi itu juga menimbulkan pertanyaan mengenai keseimbangan antara efisiensi biaya, kecepatan produksi, serta kualitas dan keselamatan baterai.

Bagi produsen, pengembangan kendaraan dalam waktu singkat dapat membantu mereka mengikuti perubahan pasar. Meski demikian, proses tersebut tetap membutuhkan pengujian yang memadai agar cacat baterai dapat teridentifikasi sebelum kendaraan sampai ke konsumen.

Sejumlah Kasus Kegagalan Baterai Terungkap

Di lapangan, sejumlah kasus terkait kegagalan baterai mobil listrik dari produsen China telah muncul. Salah satunya adalah laporan pada Juli 2026 mengenai 213.000 kendaraan GAC Aion.

Kendaraan tersebut dilaporkan mengalami masalah berupa pembengkakan baterai. Selain itu, baterai disebut terus kehilangan daya akibat penggunaan sel CALB yang tidak optimal.

Kasus lain muncul dalam sengketa antara produsen mobil dan pemasok baterai. Pada akhir 2025, anak perusahaan Geely, Viridi E-Mobility Technology, menggugat Sunwoda sebagai produsen baterai.

Gugatan tersebut berkaitan dengan sel baterai yang diterima Viridi. Sel itu disebut mengalami cacat kualitas dan berasal dari Sunwoda dalam periode Juni 2021 hingga Desember 2023.

Rangkaian kasus tersebut memperlihatkan bahwa persoalan baterai tidak hanya berkaitan dengan proses produksi kendaraan. Kualitas sel, integrasi paket baterai, serta hubungan antara produsen kendaraan dan pemasok juga menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan kendaraan listrik.

Pengujian Baterai Dinilai Perlu Lebih Menyeluruh

Zeng mengingatkan bahwa berbagai pengujian memang tersedia untuk membuktikan kualitas baterai. Namun, hasil pengujian belum tentu menggambarkan seluruh kondisi yang dapat terjadi saat kendaraan digunakan.

Standar yang ada disebut belum menetapkan secara lengkap bagaimana paket baterai bekerja ketika menghadapi beban benturan pada tingkat kendaraan. Aspek yang menjadi perhatian mencakup deformasi dinamis, kerusakan penutup, serta kerusakan sistem pendingin.

Situasi tersebut penting karena paket baterai kendaraan listrik tidak bekerja sebagai kumpulan sel yang berdiri sendiri. Paket baterai terintegrasi dengan struktur kendaraan dan sistem pendukung lain, sehingga pengujian perlu mempertimbangkan kondisi penggunaan secara utuh.

Jika proses pengujian hanya berfokus pada komponen tertentu, potensi masalah dalam kondisi nyata bisa saja tidak terdeteksi lebih awal. Karena itu, percepatan pengembangan kendaraan perlu diimbangi dengan validasi yang mampu mencerminkan beban serta risiko pada kendaraan lengkap.

Pertanyaan tentang Siklus Pengembangan Kendaraan

Peringatan CATL pada akhirnya mengarah pada pertanyaan mendasar dalam rekayasa dan manufaktur. Pertanyaannya adalah apakah siklus pengembangan kendaraan yang semakin singkat masih menyediakan waktu yang cukup untuk menemukan cacat baterai.

Jawaban atas pertanyaan itu menjadi semakin penting ketika produsen berlomba menghadirkan model baru. Setiap peluncuran membawa tanggung jawab untuk memastikan komponen utama, termasuk baterai, telah melalui pemeriksaan yang memadai sebelum masuk produksi massal.

Industri kendaraan listrik juga perlu memperhatikan bahwa penurunan harga dan peningkatan volume produksi tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan. Keseimbangan antara inovasi, efisiensi, dan pengujian menjadi tantangan utama bagi produsen di tengah pertumbuhan pasar EV China.

Peringatan Robin Zeng tidak secara langsung menunjuk merek tertentu. Namun, pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan industri kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat model baru diluncurkan, tetapi juga oleh kemampuan produsen memastikan baterai tetap aman dan andal sepanjang penggunaan kendaraan.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referral Makmur September 2026: Dapatkan Bonus Hingga 1,2jt dengan Mudah

Kode Referral Makmur September 2026: Dapatkan Bonus Hingga 1,2jt dengan Mudah

Kunjungi Artikel