BYD Cari 9.000 Karyawan Baru, Gaji Capai Rp52 Juta

Jaya Purnama

Jayapurnama.com – Jakarta – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD cari 9.000 karyawan baru sebagai bagian dari strategi memperluas kapasitas produksi. Rekrutmen besar-besaran ini dilakukan untuk memenuhi permintaan kendaraan listrik yang terus meningkat di berbagai negara.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa ekspansi global BYD masih berlangsung sangat agresif. Perusahaan terus memperkuat lini produksinya seiring meningkatnya penjualan kendaraan listrik di pasar internasional.

Selain memperbesar kapasitas pabrik di China, BYD juga terus mengembangkan jaringan manufaktur di sejumlah negara. Dengan strategi tersebut, perusahaan berharap mampu memenuhi target ekspor yang terus bertambah hingga akhir 2026.

BYD Cari 9.000 Karyawan Baru untuk Tingkatkan Produksi

Rekrutmen dilakukan di Zona Kerja Sama Khusus Shenshan, Shenzhen-Shantou, China. Lowongan kerja tersedia di dua fasilitas utama, yaitu pabrik komponen Ebu dan pabrik perakitan kendaraan Xiaomo.

Sebagian besar kebutuhan tenaga kerja berasal dari fasilitas Xiaomo. Di lokasi tersebut, BYD membutuhkan sekitar 4.800 pekerja untuk berbagai posisi produksi dan pendukung operasional.

Selain itu, Divisi 15 di kawasan Xiaomo juga membuka sekitar 1.200 posisi baru. Posisi yang tersedia meliputi operator perakitan, teknisi pengelasan, hingga teknisi busa.

Sementara itu, pabrik Ebu masih membutuhkan sekitar 2.000 tenaga kerja tambahan. Posisi yang dibuka mencakup operator produksi, penyetel mesin, hingga tenaga las.

Kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar ini menjadi bukti bahwa kapasitas produksi BYD terus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar global yang semakin tinggi.

Gaji Ditawarkan Mulai Rp13 Juta hingga Rp52 Juta

BYD menawarkan sistem penggajian berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat keahlian masing-masing karyawan.

Operator umum memperoleh gaji mulai dari sekitar 5.000 yuan atau setara Rp13 juta per bulan. Sementara itu, teknisi yang memiliki pengalaman dapat menerima penghasilan antara 15.000 hingga 20.000 yuan atau sekitar Rp39 juta hingga Rp52 juta per bulan.

Selain gaji pokok, posisi teknis biasanya juga memiliki peluang mendapatkan tambahan insentif sesuai produktivitas dan kebutuhan operasional perusahaan.

Beberapa posisi yang dibuka antara lain:

  • Operator produksi.
  • Operator perakitan kendaraan.
  • Teknisi pelat logam.
  • Teknisi pengelasan.
  • Teknisi busa.
  • Tenaga pelapis interior kendaraan.
  • Staf logistik.
  • Staf pergudangan.
  • Penyetel mesin.
  • Tukang las.

Dengan jumlah lowongan yang mencapai ribuan, rekrutmen ini menjadi salah satu pembukaan tenaga kerja terbesar yang dilakukan BYD dalam beberapa tahun terakhir.

Penjualan Global BYD Terus Meningkat

Ekspansi tenaga kerja tersebut tidak terlepas dari lonjakan penjualan ekspor kendaraan BYD.

Sepanjang 2025, perusahaan berhasil mengirimkan sekitar 1,05 juta mobil penumpang dan pikap ke berbagai negara. Angka tersebut meningkat sekitar 145 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Momentum positif masih berlanjut pada semester pertama 2026. Dalam enam bulan pertama tahun ini, ekspor kendaraan BYD mencapai sekitar 789.400 unit atau naik sekitar 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Karena itu, perusahaan menargetkan penjualan ekspor mencapai sekitar 1,5 juta unit hingga akhir 2026. Target tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas produksi serta perluasan jaringan manufaktur di berbagai kawasan.

Ekspansi Pabrik BYD Berlanjut di Berbagai Negara

Di sisi lain, BYD juga terus memperkuat fasilitas produksinya di luar China.

Di Brasil, fasilitas produksi perusahaan telah mencatat kendaraan energi baru ke-100.000. Jumlah karyawan di negara tersebut kini telah melampaui 5.500 orang.

Sementara itu, pembangunan pabrik mobil penumpang pertama BYD di Hungaria masih berlangsung. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi utama perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar Eropa.

Adapun di Thailand, pabrik BYD di Rayong telah menjadi basis produksi kendaraan penumpang pertama perusahaan di luar China. Fasilitas tersebut memproduksi lima model sekaligus, yakni Dolphin, Atto 3, Seal 5 DM-i, Sealion 5 DM-i, dan Sealion 6 DM-i.

Meskipun begitu, perusahaan tetap menjadikan fasilitas produksi di China sebagai tulang punggung utama untuk memenuhi lonjakan permintaan kendaraan listrik dari pasar internasional.

Ekspansi produksi, penambahan ribuan tenaga kerja, serta peningkatan kapasitas manufaktur memperlihatkan ambisi BYD untuk mempertahankan posisinya sebagai salah satu produsen mobil listrik terbesar di dunia. Dengan permintaan yang terus bertumbuh, langkah perusahaan membuka lebih dari 9.000 lowongan kerja dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan kendaraan listrik bagi pasar global.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu