Mobil Bekas di Balai Lelang: MPV Keluarga dan Mobil Listrik Makin Diburu

Jaya Purnama

Mobil Bekas di Balai Lelang: MPV Keluarga dan Mobil Listrik Makin Diburu
Mobil Bekas di Balai Lelang: MPV Keluarga dan Mobil Listrik Makin Diburu

JayaPurnama.com – Jakarta, balai lelang masih menjadi pilihan masyarakat yang memburu mobil bekas dengan harga lebih menarik. Namun, calon pembeli perlu memeriksa kondisi kendaraan secara langsung sebelum mengikuti proses lelang.

Mobil bekas di balai lelang memiliki kondisi yang beragam. Calon pembeli dapat menemukan kendaraan dengan baret ringan, penyok pada bodi, hingga unit yang masih terlihat sangat terawat.

Berbeda dengan diler mobil bekas, balai lelang umumnya menampilkan kendaraan dalam kondisi apa adanya. Karena itu, calon pembeli perlu memanfaatkan sesi open house untuk melihat kondisi unit secara menyeluruh.

Mobil Bekas di Balai Lelang Banyak Dicari

Marketing Balai Lelang Megatama atau Otolink, Agus Salim, mengatakan mobil keluarga menjadi salah satu jenis kendaraan yang cepat laku. Konsumen terutama mencari mobil dengan tiga baris bangku atau MPV.

Menurut Agus, kebutuhan tersebut biasanya meningkat menjelang Lebaran. Masyarakat membutuhkan kendaraan dengan kapasitas penumpang besar untuk perjalanan mudik bersama keluarga.

“Ada pasarnya. Misal mendekati Lebaran, banyak yang ambil mobil dengan tiga baris bangku, karena kebutuhan mudik. Pokoknya mobil-mobil keluarga yang cepat laku,” kata Agus kepada Kompas.com, Senin (5/10/2026).

Selain itu, pilihan di balai lelang tidak hanya berasal dari segmen MPV konvensional. Kendaraan listrik atau electric vehicle juga mulai masuk ke pasar lelang dan mendapat respons positif dari konsumen.

Mobil Listrik Mulai Masuk Balai Lelang

Agus mengatakan sejumlah mobil listrik telah masuk ke area lelang. Salah satunya BYD Sealion yang pernah terjual dengan harga Rp 550 juta dalam kondisi yang masih sangat baik.

“Banyak (mobil listrik), waktu itu pernah ada BYD Sealion. Laku di Rp 550 juta, kilometernya baru 2.000 km, mulus banget,” ujar Agus.

Sementara itu, Wuling Air EV menjadi salah satu model listrik yang cukup sering muncul. Unit yang tersedia berasal dari tahun produksi 2022 hingga 2023.

Agus menyebut Air EV dengan jarak tempuh sekitar 200 kilometer dapat berada di kisaran Rp 80 jutaan. Sementara itu, varian dengan jarak tempuh sekitar 300 kilometer berada di kisaran Rp 115 jutaan.

“Kalau listrik banyaknya Air EV, tahun 2022-2023. Ada dua tipe, yang 200 km lebih murah di Rp 80-an (juta) juga, yang 300 km di Rp 115 jutaan. Kondisi baterainya yang 98 persen-99 persen, paling interiornya saja,” kata Agus.

Unit Langka dan Mobil Hobi Ikut Diburu

Pasar balai lelang juga mencakup konsumen yang mencari kendaraan langka atau mobil untuk kebutuhan hobi. Kondisi unit yang beragam membuat pilihan kendaraan di tempat lelang cukup luas.

Agus mengatakan beberapa mobil dengan karakter khusus bahkan langsung menarik perhatian pembeli. Porsche dan Jeep Rubicon termasuk kendaraan yang pernah masuk dan cepat menemukan peminat.

“Kondisi unit bervariasi karena konsumennya juga. Ada yang cari unit langka, pernah masuk Porsche dan langsung laku, (Jeep) Rubicon,” tutur Agus.

Dengan demikian, balai lelang tidak hanya menjadi tempat mencari mobil operasional dengan harga lebih terjangkau. Konsumen juga dapat menemukan kendaraan listrik, mobil keluarga, hingga unit langka sesuai kebutuhan dan minat mereka.

Pembeli Perlu Teliti Sebelum Mengikuti Lelang

Meski menawarkan beragam pilihan, calon pembeli tetap perlu memeriksa kendaraan secara langsung. Pemeriksaan tersebut penting karena balai lelang menjual unit dalam kondisi yang beragam.

Calon pembeli sebaiknya mengecek bodi, interior, kondisi ban, ruang mesin, serta bagian kendaraan lain yang dapat diperiksa saat open house. Selain itu, riwayat kendaraan dan informasi yang tersedia juga perlu menjadi pertimbangan.

Khusus mobil listrik, kondisi baterai menjadi salah satu aspek penting. Pembeli juga perlu memperhatikan kondisi interior dan komponen kendaraan sebelum menentukan batas harga penawaran.

Terlebih lagi, harga pembelian bukan satu-satunya biaya yang perlu diperhitungkan. Calon pembeli harus memperkirakan kebutuhan perbaikan jika unit memiliki kekurangan pada bagian tertentu.

Pada akhirnya, balai lelang dapat menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin berburu mobil bekas. Namun, keputusan membeli sebaiknya tetap berdasarkan kondisi kendaraan, kebutuhan, serta perhitungan biaya secara menyeluruh.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu