Akuisisi Atome Financial Perkuat Ekosistem Keuangan Grab

Jaya Purnama

Akuisisi Atome Financial Perkuat Ekosistem Keuangan Grab
Ilustrasi: akuisisi Atome Financial

Jayapurnama.comJakarta, akuisisi Atome Financial oleh Grab Holdings Limited memperluas bisnis layanan keuangan perusahaan ke ranah pembiayaan konsumen. Langkah ini melengkapi layanan pembayaran, perbankan digital, dan pembiayaan berbasis ekosistem yang telah dimiliki Grab.

Grab akan mengakuisisi 60% saham Atome Financial dengan nilai transaksi mencapai US$1,49 miliar atau sekitar Rp26,82 triliun secara tunai pada tahap pertama. Transaksi tersebut ditargetkan rampung pada kuartal III/2027, dengan menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan persyaratan penutupan.

Di dalam ekosistem tersebut, OVO tetap berperan sebagai layanan pembayaran, Superbank menopang layanan perbankan dan pendanaan, sedangkan Atome Financial memperkuat pembiayaan konsumen, termasuk layanan buy now pay later atau BNPL.

Akuisisi Atome Financial Perjelas Peran Layanan Grab

Ketua Umum Indonesia Digital and Economic Institute (Idiec) Tesar Sandikapura menilai akuisisi Atome Financial dapat membuat pembagian fungsi antarlayanan keuangan Grab semakin jelas. Menurut dia, OVO dapat menjadi lapisan pembayaran, Superbank menjalankan fungsi perbankan dan pendanaan, sementara Atome fokus pada pembiayaan konsumen.

“OVO sebagai payment layer, Superbank sebagai banking dan funding, sementara Atome memperkuat sisi consumer lending. Kekuatan sebenarnya ada pada bagaimana ketiganya terintegrasi, terutama dalam data, credit scoring, dan distribusi pembiayaan,” kata Tesar saat dihubungi Bisnis pada Kamis (17/9/2026).

Menurut Tesar, kekuatan utama Grab bukan sekadar kepemilikan berbagai produk finansial. Nilai tambahnya terletak pada kemampuan menggabungkan data, penilaian kredit, dan distribusi pembiayaan dari basis pengguna yang mencakup konsumen, mitra pengemudi, serta merchant.

OVO Tetap Menjadi Pintu Utama Layanan Finansial

Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda melihat langkah Grab sebagai bagian dari pembangunan ekosistem finansial yang lebih lengkap. Struktur tersebut mencakup dompet digital, bank digital, pinjaman tunai, hingga pembiayaan berbasis pembelian barang.

“Nampaknya, Grab sedang membangun ekosistem finansial yang lebih komplet, mulai dari dompet digital, bank digital, sampai kepada BNPL. OVO masih akan jadi core-nya untuk layanan finansial, dengan embedded ke layanan Grab,” kata Huda kepada Bisnis pada Kamis (16/9/2026).

Huda menjelaskan, Superbank telah menjadi penyedia bank digital untuk aplikasi OVO dan menyediakan pinjaman tunai. Sementara itu, Atome Financial dapat menangani pembiayaan berbasis pembelian barang dan BNPL sehingga pengguna berpotensi memperoleh layanan yang lebih terintegrasi dalam satu ekosistem.

Namun, Tesar mengingatkan bahwa ekspansi pembiayaan juga meningkatkan tantangan bagi Grab. Perusahaan perlu menjaga kualitas kredit, mengantisipasi fraud, serta memastikan perlindungan data dan konsumen.

Target Portofolio Pinjaman Grab pada 2028

Pada tahap kedua, Grab berencana mengambil alih sisa 40% saham Atome Financial sekitar dua tahun setelah penyelesaian transaksi pertama. Nilai transaksi tahap ini akan ditentukan berdasarkan kinerja aktual Atome Financial, menggunakan kelipatan 13 kali annualized adjusted EBITDA dan 2,5 kali annualized revenue.

Nilai transaksi tahap kedua memiliki batas bawah US$2 miliar atau sekitar Rp36 triliun, serta batas atas US$4,5 miliar atau sekitar Rp81 triliun. Sedikitnya 50% pembayaran akan dilakukan secara tunai.

Grab menargetkan segmen financial services, termasuk Atome Financial, menghasilkan Adjusted EBITDA US$500 juta atau sekitar Rp9 triliun pada 2028. Segmen tersebut juga ditargetkan memiliki total portofolio pinjaman bruto lebih dari US$6 miliar atau sekitar Rp108 triliun.

Atome Financial akan digabungkan dengan bisnis layanan keuangan Grab yang mencakup pembayaran, bank digital, pinjaman melalui mitra, asuransi, dan pembiayaan konsumen. Platform milik Advance Intelligence Group Limited itu beroperasi di Singapura, Malaysia, Filipina, Indonesia, dan Thailand, serta telah melayani sekitar 25 juta pengguna kumulatif.

Chief Financial Officer Grab Peter Oey mengatakan akuisisi tersebut sepenuhnya dibiayai menggunakan kas perusahaan. Transaksi ini diperkirakan memberikan kontribusi positif terhadap Adjusted EBITDA Grup setelah selesai dan tidak memengaruhi program pembelian kembali saham yang sedang berjalan.

Grab juga menilai kemampuan Atome Financial dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk penilaian kredit dapat memperkuat pengelolaan risiko. Dengan demikian, akuisisi Atome Financial diharapkan memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat kontribusi layanan keuangan terhadap bisnis utama Grab.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu