Toyota Veloz Hybrid Segera Meluncur di Vietnam, Irit 3,46 L/100 Km

Jaya Purnama

Jayapurnama.com – HANOIToyota Veloz Hybrid dikabarkan akan segera dipasarkan di Vietnam sebagai bagian dari strategi Toyota memperluas lini kendaraan elektrifikasi di Asia Tenggara. Model MPV tujuh penumpang ini disebut menawarkan efisiensi bahan bakar yang sangat tinggi, yakni hanya sekitar 3,46 liter per 100 kilometer untuk penggunaan di area perkotaan.

Kehadiran model baru tersebut diperkirakan akan memperkuat persaingan di segmen MPV kompak yang kini mulai beralih ke teknologi ramah lingkungan. Toyota juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan merakit Veloz Hybrid secara lokal setelah fasilitas produksi kendaraan hybrid di Vietnam selesai dibangun.

Selain menghadirkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, Toyota Veloz Hybrid juga membawa teknologi full hybrid yang memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga motor listrik dalam kondisi tertentu. Teknologi ini menjadi pembeda dibanding sebagian pesaing yang masih menggunakan sistem mild hybrid.

Toyota Veloz Hybrid Siap Masuk Pasar Vietnam

Toyota dikabarkan akan lebih dahulu mengimpor Toyota Veloz Hybrid dari Indonesia dalam bentuk completely built up (CBU). Setelah jalur produksi kendaraan hybrid di pabrik Phu Tho selesai dibangun, perusahaan berencana memulai perakitan lokal untuk model tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari investasi besar Toyota dalam memperluas produksi kendaraan elektrifikasi di Vietnam. Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, Veloz Hybrid akan menjadi salah satu model pertama yang diproduksi pada lini perakitan hybrid terbaru perusahaan.

Sementara itu, secara tampilan luar mobil ini diperkirakan tidak mengalami banyak perubahan dibanding versi bensin. Desain eksterior, kabin, hingga fitur diprediksi tetap dipertahankan. Perbedaan terbesar berada pada sistem penggerak yang kini menggunakan teknologi hybrid.

Mesin Full Hybrid Jadi Andalan

Toyota Veloz Hybrid dibekali mesin bensin 1.500 cc empat silinder yang dipadukan motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga sekitar 111 hp dan disalurkan melalui transmisi e-CVT.

Selain itu, kendaraan ini menggunakan baterai berkapasitas sekitar 0,7 kWh untuk mendukung sistem hybrid. Berkat teknologi tersebut, motor listrik dapat menggerakkan mobil secara mandiri pada kondisi tertentu selama kapasitas baterai masih mencukupi.

Teknologi full hybrid tersebut memberikan keunggulan dibanding sistem mild hybrid yang hanya membantu kerja mesin bensin. Karena itu, efisiensi bahan bakar menjadi jauh lebih baik terutama saat menghadapi kemacetan di kawasan perkotaan.

Berdasarkan data Toyota Indonesia, konsumsi bahan bakar Toyota Veloz Hybrid mencapai sekitar 3,46 liter per 100 kilometer pada penggunaan di dalam kota. Angka tersebut jauh lebih hemat dibanding Veloz bermesin bensin yang dipasarkan di Vietnam dengan konsumsi sekitar 7,8 liter per 100 kilometer.

Artinya, penghematan bahan bakar dapat mencapai sekitar 56 persen untuk penggunaan perkotaan. Efisiensi ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen maupun pelaku usaha transportasi.

Menjadi Penantang Baru di Segmen MPV Hybrid

Apabila resmi diluncurkan, Toyota Veloz Hybrid akan menjadi MPV kompak hybrid kedua yang dipasarkan di Vietnam setelah Suzuki XL7 Hybrid.

Namun, kedua model tersebut menggunakan pendekatan teknologi yang berbeda. Suzuki XL7 Hybrid masih mengandalkan sistem mild hybrid, sedangkan Toyota menghadirkan teknologi full hybrid yang menawarkan efisiensi lebih tinggi.

Di sisi lain, kehadiran Veloz Hybrid juga memperluas jajaran kendaraan elektrifikasi Toyota di Vietnam. Sebelumnya, Toyota telah memasarkan sejumlah model hybrid seperti Camry Hybrid, Corolla Cross Hybrid, Yaris Cross Hybrid, Innova Cross Hybrid, serta Alphard Hybrid.

Strategi tersebut menunjukkan keseriusan Toyota dalam memperkuat dominasi di pasar kendaraan ramah lingkungan yang pertumbuhannya terus meningkat.

Penjualan Hybrid Toyota Terus Meningkat

Permintaan kendaraan hybrid di Vietnam terus menunjukkan tren positif. Pada semester pertama 2026, Toyota berhasil mengirimkan sekitar 7.081 unit kendaraan hybrid.

Jumlah tersebut meningkat sekitar 105 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, penjualan itu disebut mewakili lebih dari separuh pangsa pasar kendaraan hybrid di Vietnam.

Karena itu, penambahan Toyota Veloz Hybrid diperkirakan akan semakin memperkuat posisi Toyota sebagai salah satu produsen kendaraan hybrid terbesar di negara tersebut.

Selain memperluas produk, Toyota juga menginvestasikan sekitar 360 juta dolar AS untuk pembangunan fasilitas produksi kendaraan hybrid di Provinsi Phu Tho. Pabrik tersebut diperkirakan mulai beroperasi pada 2027 dan akan menjadi fondasi penting bagi produksi lokal berbagai model hybrid di masa mendatang.

Peluang Besar di Kawasan Asia Tenggara

Keputusan Toyota menghadirkan Toyota Veloz Hybrid di Vietnam menunjukkan bahwa permintaan kendaraan hemat bahan bakar terus berkembang di kawasan Asia Tenggara. Konsumen kini semakin mempertimbangkan efisiensi operasional tanpa harus beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni.

Sementara itu, pengalaman Toyota di Indonesia juga menjadi modal penting. Di pasar Indonesia, distribusi Veloz bermesin bensin telah dihentikan sejak Februari 2026 dan perusahaan hanya mempertahankan varian hybrid.

Langkah tersebut memperlihatkan arah strategi global Toyota yang semakin fokus pada kendaraan elektrifikasi. Dengan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, teknologi full hybrid, serta potensi perakitan lokal, Toyota Veloz Hybrid diperkirakan memiliki peluang besar untuk menarik minat konsumen Vietnam dalam beberapa tahun mendatang.

Penulis:

Jaya Purnama

TOPIK:

Home Trending Explore Discover Menu
Kode Referal Kredivo Terbaru 2026 Dapat Points sampai Rp 125 Ribu

Kode Referal Kredivo Terbaru 2026 Dapat Points sampai Rp 125 Ribu

Kunjungi Artikel