Shelter GAMA 34 Konvoi Bareng Ke Pulau Pisang Pesisir Barat!

Halo teman-teman, kali ini aku akan berbagi cerita lama yang menurutku terkesan indah, jadi kemarin itu sempet ada perbincangan hangat seputar shelter gama 34 (sebutan untuk sekumpulan para driver mahasiswa UTB Lampung) yang saat ini telah fakum. karena sekarang anggotanya udah pada lulus semua dan memiliki kesibukan masing-masing.

Beberapa tahun lalu tepatnya Hari jum’at tanggal 20 Juli 2018 aku dan teman-teman satu shelter gama 34 melakukan konvoi untuk sekedar refreshing dan melepaskan penat di salah satu tempat wisata yang lagi naik daun waktu itu. namanya pulau pisang di pesisir barat.

Saat itu kami berangkat dengan 11 anggota, dengan membawa 6 kendaraan motor, berangkat dari pagi sekitar jam 7 dari Pusat Kota Bandar Lampung. Perjalanan kami begitu sangat menyenangkan kurang lebih 7 jam akhirnya kami sampai di pesisir barat. percaya atau tidak selama perjalanan kami merasakan begitu indahnya alam lampung. melewati perbukitan dan hutan yang masih asri.

Walaupun hutan tapi jalan arah pesisir barat ini bagus banget.. aspal semua dan gak ada lubang-lubangnya, wajar sih, soalnya memang kendaraan besar gak mungkin lewat sini, karena jalannya naik turun, walaupun hitungannya ini merupakan jalan utama.

Selama perjalanan ini kami tidak langsung menuju pulau pisang, kami berhenti sehari di Labuhan Jukung, karena hari sudah mulai petang akhirnya kami menginap disini, parahnya cuaca tidak mendukung, malamnya hujan lebat dan kami harus mengungsi di gedung perumahan sekitar. walaupun dingin tapi karena bersama-sama menjadi cerita seru lainnya.

Ohya, saya belum ngenalin sama kalian siapa saja anggota Shelter Gama 34 UTB Lampung. Berikut ini nama pena mereka, Zen, Dwi Prakoso, Noval, Noven, Aldo, Hafis, Saipul, Zaenudin, Ajis, Nova, dan Jaya. Kami adalah driver ojol dari gojek dan grab, saat itu masih 2 ojek online ini paling terkenal, sebelum ada maxim.

Baca Juga yah! : Ruangojol.com | Media Seputar Transportasi Online Indonesia

Baiklah, kembali lagi ke topik awal, akhirnya keesokan harinya kami berangkat lagi menuju pulau pisang melalui penyebrangan di pulau tembakak kalau gak salah. jarak pulau tembakak dari labuhan jukung kurang lebih ditempuh 1 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di pulau tembakak dan menitipkan kendaraan dirumah warga. waktu itu biaya titip kendaraan kurang lebih 20-25rb per motor.

Kamipun melanjutkan perjalanan menuju pulau pisang dengan menggunakan perahu mesin kayu, alhamdulilah saat itu ombak samudra hindia sedang bersahabat. jadi kami bisa menyebrang ke pulau pisang dengan aman dan selamat. kurnag lebih 15 menit kami sampai di pulau pisang.

Tanpa pikir panjang, kami langsung aja menyusuri pulau pisang ini. begitu asri dan indahnya pulau ini membuat kami langsung terpesona. tentu langsung selpi sana sini dong. hehe, tidak lupa kami juga berenang bersama sembari menunggu datangnya senja, sebelumnya kami sudah merasakan senja di labuhan jukung dan kali ini senja di pulau pisang. jujur aja, keren abis pokoknya.

Kami mendirikan tenda guna menginap di pulau pisang, rencana liburan dan gitaran dimalam harinya, eh badaipun datang, akhirnya batal deh. kami akhirnya berbagi tempat tidur sampai besok pagi. ada yang menginap di tenda, ada yang di pos kampling dan juga ada yang di mushola.

Ohya. ada cerita nih untuk pulau pisang, ternyata disini merupakan tempat pemukiman warga juga loh, bahkan mereka sudah tinggal di pulau ini selama bertahun-tahun lamanya. masyarakatnya ramah dan baik-baik. pokoknya nyaman aman dan tentram.

Karena badan sudah lelah, akhirnya kami hanya bisa menginap semalam di pulau pisang, dipagi hari kami menyempatkan untuk foto bersama anggota shelter gama 34 dengan banner kebanggaan. hehe. akhirnya kamipun sudah dijemput oleh perahu sebelumnya, karema kami sudah sepakat untuk dijemput keesokan harinya.

Kami akhirnya melakukan perjalanan pulang menuju bandar lampung, sungguh beruntung sekali kami pulang hari itu, karena sehari setelah kami pulang ada kejadian bencana alam di daerah sini loh, bukan di pulau pisangnya. tapi didaerah sekitaran pulau tembakak menuju labuhan jukung. saat itu arus ombak laut naik sampai di badan jalan, bahkan saya lihat videnya ada pengendara motor nekat melewati jalan tersebut lama terseret ombak hingga ke laut.

Hm. tenang saja, itu kan kejadian alam, tentu tidak dapat di prediksi. namun kalian tetap bisa mencoba berlibur ke pulau pisang dengan aman dengan menyiapkan beberapa alat.

Tips Liburan Dan Berkemah Di Pulau Pisang Lampung:

  • Jika kalian menggunakan kendaraan Motor, silahkan cek kesehatan kendaraan, baik oli, rantai, dan kesehatan lainnya.
  • Membawa Alat Kemah, seperti Tenda, Jaket, Sarung, Perlengkapan Panggang jika mau manggang, dan tentunya minum dan Alat Kesehatan.
  • Jangan Lupa Siapkan Uang yang cukup untuk jaga-jaga selama perjalanan dan saat dilokasi.
  • Untuk Internet yang bagus disini menggunakan sinyal axis dan XL, kalo yang lain dijamin hilang sinyal. hehe

Nah, Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan, semoga cerita perjalanan shelter gama 34 ini menjadi inspirasi buat kalian yang ingin berlibur di pulau pisang, pesisir barat. Untuk biaya penyebrangan kurang lebih 15-25 per orangnya. harga bisa berubah. karena itu harga ditahun 2018. hehe.