Majikan Akan Didenda Jika Memaksa Pekerja Migran untuk Vaksin

Jayapurnama.com – Badan Pengembangan Tenaga Kerja menyampaikan kepada para majikan da juga agensi agar tidak memaksa para pekerja migran asing untuk melakukan vaksin COVID-19. Pernyataan ini dikeluarkan setelah beredar desas-desus di media sosial mengenai beberapa pekerja migran yang dipaksa untuk menandatangani dokumen yang berisi bahwa mereka bersedia untuk melakukan vaksin COVID-19.

Layanan Tenaga Kerja mengatakan bahwa vaksin dilakukan berdasarkan kehendak atau keinginan sukarela pekerja migran, tanpa tekanan serta paksaan dari pihak mana pun. Bagi majikan ataupun agensi yang mengintimidasi akan dikenakan pelanggaran pidana berdasarkan KUHP serta dikenakan denda sebesar NTD 60.000 – NTD 300.000.

Meskipun demikian, Layanan Tenaga Kerja mendorong pekerja migran asing di Taiwan untuk segera mendapatkan vaksin setelah suntikan vaksin tersedia. Pendaftaran dilakukan melalui sistem online yang dikembangkan oleh pemerintah untuk membuat jadwal vaksinasi.

Jika pekerja migran mengalami reaksi yang serius setelah vaksinasi, majikan atau perantara harus segera memastikan mereka menemui dokter. Selain itu, pekerja migran yang mengalami reaksi yang serius dapat mengajukan kompensasi kepada Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW).