Kominfo Akan Segera Matikan Semua TV Analog, Jadwal Lengkapnya!

penghapusan tv analog

Jayapurnama.com -Kementerian Perhubungan (Kominfo) meluncurkan program transisi penyiaran TV analog ke digital atau analog switchoff (ASO). Acara ini dijadwalkan selesai pada November 2022. Berikut jadwal pemadaman TV analog di seluruh Indonesia.

Penghentian pemutusan analog atau teknis pelaksanaan digitalisasi penyiaran diatur dengan Peraturan Menteri Nomor 6 Tahun 2021 tentang Penyiaran.

Berdasarkan peraturan tersebut, kami akan menerapkan ASO secara bertahap sesuai dengan kesiapan lokal. Beberapa faktor yang mendasari kebijakan ini adalah: (A) Praktek umum di dunia. (B) Masukan dari lembaga penyiaran. (C) Pemeriksaan sediaan industri. (D) Spektrum frekuensi radio terbatas.

“Faktor spektrum frekuensi yang terbatas menjadi faktor penting dalam implementasi ASO secara bertahap. Sekarang masyarakat mulai beralih dan terbiasa dengan penyiaran digital,” ujarnya. Dedy Permadi, juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika, dikutip Senin (6 Juli 2021).

Di Indonesia, dengan jumlah stasiun televisi yang mencapai 701 penyiar, padatnya siaran televisi analog di berbagai daerah menambah rumitnya proses menuju analog switchoff.

Tahapan ASO akan berjalan dalam lima tahap berdasarkan wilayah dimana seluruh batas waktu tidak melewati pukul 24.00 WIB pada tanggal 2 November 2022. Rincian batas waktu untuk setiap tahap adalah sebagai berikut.

  • Tahap I selambat-lambatnya 17 Agustus 2021
  • Tahap II paling lambat 31 Desember 2021
  • Tahap III paling lambat 31 Maret 2022
  • Tahap IV selambat-lambatnya 17 Agustus 2022
  • Tahap V pada 2 November 2022

“Pemberhentian siaran analog di suatu wilayah harus dilakukan oleh semua stasiun TV di wilayah itu secara bersamaan, sehingga memudahkan masyarakat umum untuk menonton siaran hanya dari satu jenis penerimaan saja,” kata Dedy Permadi. Saya akan menjelaskan.

Untuk menikmati siaran digital, pengguna TV yang menggunakan antena rumah biasa/UHF yang menggunakan TV analog harus memasang set-top box DVBT2 (STB) (penerima siaran digital). Pengguna TV digital (TV yang sudah menerima siaran digital di perangkatnya) dapat menikmati siaran digital secara langsung tanpa STB.

“STB dan TV digital dapat dibeli di toko elektronik atau online marketplace. Informasi mengenai STB dan TV digital bersertifikat Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat dilihat di https://siarandigital.kominfo.go.id/. / Perangkat-TV “.

“Ketika proses digitalisasi ASO/siaran nanti selesai, maka siaran analog tidak akan tersedia, dan pemilik TV analog tidak akan bisa menerima siaran TV digital tanpa memasang STB.”

“Untuk saat ini siaran analog dan digital masih tersedia untuk siaran simulcast. Oleh karena itu, penting bagi lembaga penyiaran untuk berpartisipasi dalam siaran langsung, mensosialisasikan pemirsanya dan beralih ke siaran digital.”

Siaran televisi terestrial digital, yang menggunakan frekuensi radio VHF / UHF dan siaran analog hanya untuk tujuan informasi, menggunakan format konten digital.

Dalam siaran televisi analog, semakin jauh Anda dari stasiun pemancar televisi, semakin lemah sinyalnya, semakin buruk penerimaan gambarnya, dan semakin terang bayangannya. Berbeda dengan siaran televisi digital yang terus menghadirkan gambar dan audio yang jernih hingga sinyal tidak dapat diterima.

Pada siaran digital, kualitas gambar dan kualitas suara yang diterima pemirsa jauh lebih unggul daripada siaran analog, yang tidak menimbulkan gambar hantu atau noise (bintik semut) di monitor TV.