Kasus Kaburnya 5 CPMI Yang Nekat Terjun Dari Lantai 4 Hingga Kini Belum Ada Titik Terang

Jayapurnama.com – Hingga saat ini, insiden yang menimpa 5 calon pekerja migran Indonesia di penampungan PT Central Karya Semesta (CKS) pada Juni lalu masih belum menemukan titik terang. Pada Rabu (9/6/2021), peristiwa tersebut sempat menghebohkan warga Kota Malang, Jawa Timur. Pasalnya, 5 CPMI perempuan berusia di bawah 25 tahun nekat kabur dari tempat penampungan yang terletak di lantai empat PT CKS dengan menggunakan selimut yang diikat satu persatu.

Ketika turun dari ketinggian 15 meter tersebut, selimut yang mereka gunakan terputus dan menyebabkan 5 CPMI tersebut terjatuh. Akibatnya tiga diantara mereka mengalami patah tulang. Diantaranya : Baiq mengalami patah tulang kaki kiri; Minarti mengalami patah tulang belakang, punggung dan kaki kiri; Serta Fauziah mengalami patah tulang pinggang, pinggul dan kaki. Saat ini mereka sedang dalam proses penyembuhan pasca operasi.

Kelima CPMI tersebut mengaku kabur karena tidak tahan sering disiksa, video pengakuan merekapun menjadi viral di media social. Pada Senin (2/8/2021) Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polresta Malang Kota, Iptu Tri Nawangsari mengatakan bahwa pihaknya masih dalam proses penyelidikan kasus PT CKS serta pemeriksaan saksi. Ia tidak dapat memastikan waktu penyelesaian proses penyidikan tersebut. Pasalnya ini bukan kali pertama, CPMI kabur dari balai latihan kerja luar negeri milik PT CKS. Selama 3 tahun terakhir, sudah 3 kali peristiwa yang serupa terjadi di penampungan tersebut.

Peristiwa tersebut juga memantik kemarahan SBMI DPC Malang dan menuduh pemerintah kota Malang berpihak kepada pihak PJTKI. Pasalnya Wali Kota Malang, Sutiaji sempat mengatakan bahwa kaburnya kelima CPMI tersebut karena mendapat provokasi dari luar.

Sumber : http://www.timedia.com.tw/