E-IPO: Pengertian, Definisi, dan Contohnya Dalam Investasi

e-IPO pengertian dan contohnya

Jayapurnama.com – Dalam investasi fitur digital dikenal istilah yang namanya e-IPO, apa itu ? berikut ini pengertian, definisi, hingga contohnya.

Apa Itu e-IPO ?

Jika kalian sebelumnya tahu mengenai IPO maka dapat di pastikan bahwa e-IPO memiliki pengertian yang serupa. Definisi e-IPO adalah sebuauh status dimana sebuah perusahaan meluncurkan sahamnya secara perdana melalui bursa efek atau dapat dikatakan saham sebuah perusahaan akan segera dalam status publik dan dapat diperjual belikan.

Perbedaan IPO dan e-IPO adalah sarana elektronik untuk mendukung proses pengenalan saham perdana perusahaan kepada publik melalui bursa efek premier.

Sistem e-IPO sendiri berbasis web atau aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan hubungan antara investor dan perusahaan efek untuk ikut serta dalam penawaran umum perdana.

Saat sebuah saham akan dipublikasikan pada pasar premier maka akan memiliki status yaitu GoTo atau akan segera rilis untuk merealisasikan saham perdana atau Initial Public Offering.

Apa Perbedaan IPO dan E-IPO ?

Seperti yang disadurkan di atas bahwa IPO memiliki sedikitnya perbedaan dengan E-IPO. Untuk mengetahui lebih jelas simak perbedaannya dibawah ini:

Tentang IPO

  • IPO atau initial public offering adalah penawaran perdana untuk saham perusahaan yang akan go publik. Proses ini akan dimulai dari penghitungan total kekayaan perusahaan yang dibentuk menjadi sebuah aset berupa lembar saham.
  • IPO di luncurkan melalui bursa secara langsung dengan perjanjian tertentu dan saksikan melalui pers dan media.
  • Tujuan dilakukannya IPO adalah agar sebuah perusahaan memiliki kemampuan pendaan lebih baik melalui bertukar benefit dengan investor atau masyarakat secara publik

Tentang E-IPO

  • e-IPO atau (Electronic Indonesia Public Offering) adalah sebuah cara baru bursa efek mengenalkan saham yang GoTo atau akan segera publik di pasar efek. Tujuannya sama dengan E-IPO namun yang membedakan adalah E-IPO dapat dilakukan melalui sistem berbasis web atau aplikasi.
  • e-IPO dapat dilakukan terjadwal dan terencanakan tanpa bertatap muka secara langsung, selain itu perusahaan dapat mengadakan pers lalu menginformasikan IPO secara digital melalui media seperti portal berita.
  • e-IPO dapat terlihat secara luas melalui semua pialang yang bekerjasama untuk pemasaran efek.

Sampai sini Anda akan paham mengenai apa itu pengertian definisi tentang apa itu e-IPO dan juga perbedaannya.

Bagaimana Perusahaan Akan Menerbitkan E-IPO ?

Pada umumnya sekarang, sebuah perusahaan yang ingin atau akan menerbitkan e-IPO perlu mendaftarkan perusahan dan aset sahamnya melalui https://www.e-ipo.co.id/id dan melalui proses bookbuilding (masa penawaran awal) agar pihak bursa dapat menentukan hasil dari minat dan penawaran investor terhadap IPO yang di selenggarakan untuk mengetahui hasil akhir harga sebuah saham.

Pada tahap ini bursa akan menentukan harga pasaran saham melalui proses bookbuilding, yaitu melalui minat investor pada penawaran pertama. Kemudian pada proses ini dilakukan untuk menentukan harga saham pertama yang menjadi awal pemasaran di bursa efek.

Proses pencatatannya adalah pendaftaran e-ipo, pengecekan mulai dari sektor perusahaan, prospek kerja, periode bookbuilding, jumlah saham yang di tawarkan, penentuan harga saham, dan informasi lainnya.

Berapa Lama Pendaftaran E-IPO ?

Untuk pendaftaran e-IPO perusahaan memiliki waktu proses 1-3 hari kerja. Akan tetapi, setiap bursa memiliki ketentuan yang berbeda untuk proses pendaftaran e-IPO.

Proses pendaftaran E-IPO sebagai berikut:

  • Pendaftaran perusahaan dan aset;
  • Pengecekan mulai dari aset, prospek landasan, dan informasi penting lain;
  • Penawaran dan minat langsung dari investor;
  • Penjatahan mengenai pembagian unit saham
  • Hasil akhir harga untuk diterbitkan

Setelah mengetahui jelas bagaimana pendaftaran e-IPO di bursa, mungkin Anda sebagai pihak perusahaan atau instansi memiliki keinginan agar sahamnya terdaftar untuk publik di pasar efek. Lalu sebagai investor tentunya Anda punya minat tersendiri untuk membeli saham yang statusnya e-IPO.

Kenapa Perlu Beli Saham Saat E-IPO ?

Ada beberapa alasan kenapa Anda harus membeli saham yang sedang masa penawaran melalui e-IPO mulai dari keuntungan, perolehan, dan sebagainya.

Berikut alasan kenapa perlu beli saham saat e-IPO:

  • Saham atau aset efek yang sedang dalam masa bookbuilding dapat lebih dikenal oleh investor karena baru pertama kali atau penawaran perdana
  • Harga saham merupakan harga awal saat berada pada penawaran pertama, artinya cukup meyakinkan untuk di beli karena masih murah
  • Kita dapat mengetahui bidang dari sektor perusahaan yang menerbitkan e-IPO, ini bisa menjadi tolak ukur untuk Kita menjatuhkan minat berinvestasi
  • Perolehan unit saham yang lebih besar, karena harga saham yang masih belum memiliki fluktuatif Kita dapat memperoleh lebih banyak unit saham
  • Selebihnya Kita dapat memantau perkembangan harga saham lebih akurat karena start dimulai pada masa e-IPO

Untuk investor yang ingin membeli saham IPO dapat melakukan pendaftaran e-IPO untuk berpartisipasi dalam penawaran perdana calon perusahaan yang akan menerbitkan aset efek.

Bagi yang belum tahu cara daftar e-IPO berikut ini caranya.

Cara Daftar e-IPO

  • Buka situs resmi e-IPO BEI pada link berikut https://e-ipo.co.id
  • Ketuk menu “Register” kemudian isi email, tipe investor, dan selesaikan captcha
  • Siapkan data yang dibutuhkan, antaralain nama lengkap, kewarganegaraan, nomor KTP, upload scan KTP, alamat rumah, nomor telepon aktif, tanggal lahir, dan jenis kelamin
  • Verifikasi alamat email dengan kode OTP yang di kirim ke pesan email
  • Setelah berhasil melakukan pendaftaran, silahkan login ke e-IPO
  • Selanjutnya klik “Tambah Broker” lalu pilih broker tempat Anda berinvestasi sebagai contoh Ajaib Sekuritas
  • Setelah berhasil memilih pihak broker, kemudian pihak broker akan memverifikasikan akun Anda
  • Selesai, kini Anda dapat melakukan pembelian saham perdana melalui broker

IPO merupakan moment langka bagi investor, mereka akan segera berbondong-bondong untuk dapat menjadi bagian dari penawaran saham perdana karena sudah tahu bahwa saham perdana masih memiliki harga yang murah dan berpotensi untuk mendapatkan perolehan yang lebih maksimal.

Untuk penampakan e-IPO sendiri Anda dapat melihat contohnya, di bawah ini merupakan e-IPO dari broker Sekuritas Ajaib.

E-IPO SEKURITAS AJAIB

Ajaib sekuritas menjalankan jadwal e-IPO diberanda penelusuran saham, seperti gambar yang dapat Anda lihat di atas. Selain itu terdapat beberapa istilah dalam e-IPO, antara lain:

1. Emiten

Emiten atau (Emisi) adalah portofolio singkat mengenai perusahaan yang melakukan penjualan saham perdana. Emiten terdiri dari kode saham, sektor saham, subsektor saham, bidang usaha, deskripsi perusahaan, jumlah saham yang ditawarkan, persentase total saham yang dipublik, admin pratisipasi, dan penjamin Emisi.

2. Shares Offered

Shares Offered atau penjatahan adalah persentase jumlah saham yang di jual ke pasar efek. Ini di tentukan dengan jumlah lot yang tersedia contoh dalam sebuah e-IPO, perusahaan memberikan jatah 390.000.000 lembar saham yang dapat di beli atau sekitar 3.900.000 Lot saham dengan persentase 30,17% dari total saham sebenarnya.

3. Bookbuilding

Yaitu proses pada saat calon perusahaan mendaftarkan asetnya ke bursa efek. Proses ini meliputi pendaftaran saham, pengecekan saham, periode sebelum penawaran awal, dan pre-harga saham (bukan merupakan harga final) sebelum benar-benar menjadi penawaran awal.

4. Allotment (Closing)

Allotment atau closing IPO adalah waktu masa lot saham berakhir, pada tahap proses ini Anda yang telah menyiapkan dana RDN untuk membeli saham telah dinyatakan berhasil melakukan pemesanan sebelum hari allotment atau penutupan penjualan pertama.

5. Distribution

Distribution adalah proses distribusi saham sebelum menjadi aset pada portofolio aset investor. Setelah saham dinyatakan pada status allotment, maka hari berikutnya saham akan di distribusikan kepada semua investor yang telah berhasil memesan lot saham. Saham yang berhasil di pesan akan di distribusikan ke portofolio pada waktu listing saham sebenarnya.

6. Listing Date

Listing Date Saham adalah masa pada saat saham benar-benar akan terdaftar pada bursa efek atau broker yang menjadi tempat penjualan saham. Saham yang telah dilisting akan dapat dibeli secara publik tanpa mengikuti e-IPO.

7. Prospectus

Prospectus adalah prospek kerja investasi dari pihak atau calon perusahaan yang mengadakan e-IPO. Prospectus ini berisikan informasi kondisional mengenai perusahaan dan aset yang diperdagangkan. Jika di crypto Anda mungkin akan mengenalnya dengan istilah whitepaper atau kertas putih untuk mengetahui prospek kerja secara sistematis.

Setelah mengetahui istilah-istilah dalam e-IPO, apa yang harus Anda lakukan sebagai investor ? tentu saja segera memesan e-IPO. Bagi yang belum tahu tata cara memesan e-IPO simak tutorial berikut ini.

Cara Pesan Saham e-IPO

  • Pastikan Anda telah terdaftar di e-IPO dari BEI
  • Setelah akun terverifikasi, Anda dapat memesan saham IPO pada masa bookbuilding atau masa penawaran
  • Lihat informasi saham yang di inginkan, lalu pilih “Place Order
  • Isikan form pemesanan, harga di masa bookbuilding masih belum final sementara itu di harga offering merupakan harga final
  • Setelah pemesanan terkirim, periksa email untuk memverifikasi agar pesanan segera di setujui pihak broker
  • Pastikan juga Anda memiliki saldo atau dana RDN yang cukup untuk sesuai dengan jumlah saham yang dipesan
  • Saham akan di distribusikan setelah allotment atau closing penjualan saham
  • Distribusi akan dilakukan pada saat hari listing saham menjadi publik dan dapat di beli secara umum
  • Jumlah lot saham yang di dapatkan dari offering dapat berbeda dengan permintaan awal, dapat kurang karena minat dari rata-rata investor.
  • Dana RDN yang lebih akan di kembalikan ke saldo akun investasi di hari berikutnya

Nah jadi sudah tahu lengkapnya soal e-IPO dan IPO kan ? kini Anda yang punya minat jadi investor sudah tahu apa keuntungan dari IPO ini sendiri. Pada kesimpulannya IPO adalah masa penawaran perdana saham dari calon perusahaan yang memasarkan asetnya secara publik.

Kemudian dari pada itu e-IPO adalah sistem penawaran elektronik yang merupakan platform digital dari BEI (Bursa Efek Indonesia) yang tujuannya untuk mempermudah pihak perusahaan bertemu dengan investor. Selain itu dengan e-IPO terjadinya transaksi pembelian saham dapat berjalan lebih cepat karena di lakukan secara online.