Disekap Dan Diperkosa, CPMI Asal NTB Mengandung Anak Oknum Sponsor

pmi disekap dan diperkosa

Jayapurnama.com – Bisa bekerja di luar negeri memang dapat membantu menaikkan perekonomian keluarga di kampung halaman. akan tetapi masih banyak para calon PMI yang melakukan sebuah kesalahan saat memilih penyalur yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab. Seperti yang dialami CPMI berinisial PPD (17) asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Alih-alih berangkat ke negara tujuan, ia kini harus berbadan dua mengandung anak hasil dari dirudapaksa.

Pada Mei 2021, gadis belia tersebut memutuskan untuk bekerja ke luar negeri di daerah Timur Tengah melalui sponsor berinisial LS (48). Namun usianya yang belum dapat mencukupi persyaratan, PPD akhirnya mengurus dokumen untuk mengganti kelahirannya bersama 5 CPMI lainnya yang juga akan berangkat ke luar negeri.

Karena rumah PPD berada di Lombok Timur, sedangkan rumah penampungan yang sekaligus merupakan kediaman PL berada di Lombok Barat, akhirnya korban bersama 5 CPMI lainnya tidak pulang dan menginap di rumah tersebut. PPD yang berparas cantik kemudian diperkosa oleh LS dan saat ini dalam kondisi hamil.

Paspor korban serta 3 orang lainnya sudah jadi dan langsung dikirim ke Jakarta untuk diproses keberangkatannya. Sementara 3 orang lainnya masih belum bisa membuat paspor karena kendala dari perekaman KTP elektronik.

Dari hasil penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti berupa 5 paspor dan 1 Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP). Juga terdapat 1 bendel dokumen asli milik korban dan satu bendel dokumen korban yang dipalsukan. Sebagian pakaian korban juga masih tertinggal di rumah pelaku. Selain itu, ditemukan 17 lembar pas foto calon PMI lainnya, 24 dokumen dan 25 KTP serta 3 bendel dokumen calon PMI yang sedang diproses.

Atas perbuatan yang dilakukannya, LS menjadi tersangka dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) anak di bawah umur. Pelaku terancam dijerat pasal 6, pasal 10 dan atau pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun serta didenda paling sedikit Rp 120.000.000 hingga Rp600.000.000.